TIPS: CARA MEMBUAT MALEMAN (Dile Jojor)

Header illustration
Lombok Tengah (23/05) - Maleman merupakan tradisi masyarakat Lombok dalam menyambut datangnya malam Lailatul Qadar. Maleman dilaksanakan dengan cara menyalakan maleman (terbuat dari buah camplong) pada malam ganjil di bulan Ramadhan atau tepatnya mulai pada malam ke 21 (malam Selikur) dilanjutkan ke malam 23,25,27 dan berakhir pada malam ke 29. Tradisi ini dilakukan setelah shalat Maghrib atau setelah waktu berbuka puasa. Anak-anak dan orang dewasa turut merayakan maleman yang menjadi kebiasaan turun temurun dengan penuh suka cita.
Membuat maleman memang agak sedikit rumit sehingga dibutuhkan ketelatenan terang Inaq Irah (65). Bahan utama untuk membuat maleman berasal dari buah Camplung. Untuk mendapatkan buah Camplung dengan cara mengumpulkan buah camplung yang terjatuh dari pohonnya dan terdapat banyak disekitar kampung.
Selanjutnya buah Camplung dikupas lalu dikeringkan dibawah sinar Matahari, proses ini bisa memakan waktu sampai 2 minggu. Kemudian Camplung kering digoreng tanpa minyak sampai mengeluarkan aroma khas dari minyak jamplung yang keluar, dan mengoreng menggunakan wajan dari tanah liat sehingga hasilnya menjadi lebih baik. Setelah itu ditumbuk sampai halus lalu kemudian tumbukan yang berwarna hitam legam dan berminyak dicampur dengan kapas sampai adonan merata.
Setelah menjadi adonan yang kental, sebagai proses terakhir maleman dibentuk dengan cara dililitkan pada tusukannya yang terbuat dari bambu, dan cara membuatnya persis seperti membuat sate dari campuran daging. Demikian, semoga bermanfaat.(aa) #Ramadhanberkah #AtmaGoNTB
Sudah dilihat 36 kali

Komentar