Tinton Soeprapto Ingin Pemerintah Perhatikan Sirkuit Sentul

28 March 2019, 14:34 WIB
0 0 50
Gambar untuk Tinton Soeprapto Ingin Pemerintah Perhatikan Sirkuit Sentul
Oleh : Fira Nursyabani

SENTUL, AYOBOGOR.COM -- Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto berpesan kepada pemerintah dan masyarakat untuk turut menjaga dan membenahi Sirkuit Sentul. Menurutnya, sirkuit tersebut merupakan sirkuit nasional, bukan milik pribadi atau pemerintah daerah.

"Sentul itu pindahan dari Ancol, nasional miliknya, bukan milik Tinton pribadi, milik masyarakat Indonesia, bukan Jabar bukan pula DKI," kata tokoh balap nasional itu di sela-sela rapat kerja provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Sirkuit yang pernah menggelar balapan MotoGP, kala itu masih bernama GP500 pada 1996-1997 itu, dipandang sudah tidak layak untuk menggelar sejumlah ajang balap berskala internasional. "Sirkuit Sentul itu miliki nasional, dikawal!," pesan Tinton.

Tinton pernah menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tahun lalu untuk mengajukan Sirkuit Sentul sebagai salah satu arena untuk menggelar balapan MotoGP 2020. Namun justru Mandalika, Lombok, yang dilirik Dorna sebagai tuan rumah balapan MotoGP di Indonesia pada 2012.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendukung pernyataan ayah dari pebalap Ananda Mikola itu. Ia berharap pemerintah bisa memaksimalkan potensi sirkuit sepanjang 4,12 km yang terletak di Kabupaten Bogor tersebut.

"Tapi pertanyaannya kan itu perlu suntikan hibah dari APBD juga," kata Prasetyo.

Salah satu hal utama yang dibutuhkan oleh Sirkuit Sentul adalah aspal yang baru mengingat kondisi trek yang kurang memadai. "Dan aspal itu tidak kecil loh nilainya," kata politisi dari PDI-Perjuangan itu.

"Saya bilang ke pak Tinton tadi, coba buat RABnya melalui KONI Jakarta, ajukan ke APBD kita. Yang diperlukan sentul adalah aspal, karena itu sirkuit. Dan di belakang Sentul itu masih banyak tempat untuk menggelar multi event. Kalau memang pemerintah ingin membantu sirkuit internasional yang layak untuk dipakai oleh pebalap-pebalap internasional itu sentul masih ada lahan yang bisa dikembangkan," jelasnya.

Namun demikian Prasetyo tidak menampik fakta jika model trek sirkuit yang dirampungkan pada 1994 itu sudah ketinggalan zaman. Dia menyatakan komitmennya perihal nasib sirkuit yang dimiliki PT Sarana Sirkuitindo Utama tersebut, dengan pemegang saham terbesar selaku komisaris utama adalah Hutomo Mandala Putra.

"Saya akan berjuang ke situ lah, saya akan bicara dengan pak Menpora dan dengan pak Presiden kalau ada. Jangan jauh-jauh lah, sirkuit jauh-jauh yang nonton enggak ada lagi nanti," ungkap Prasetyo.

Sejarah mencatat Sirkuit Sentul dibangun dari hasil pesangon digusurnya sirkuit Ancol pada akhir 80-an. Sirkuit Ancol, yang dulu digunakan untuk balap motor dan mobil, dipandang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi mengingat lokasinya yang dekat dengan pemukiman hingga akhirnya sirkuit dipindah ke wilayah Sentul, Kabupaten Bogor.

  Komentar untuk Tinton Soeprapto Ingin Pemerintah Perhatikan Sirkuit Sentul

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!