Tim Gabungan Masih Sisir Kawasan Gunung Sumbing Terbakar

69609 medium post 73527 90f28dfa 2a94 4978 a983 73691ac37eba 2019 08 12t13 04 28.949 07 00 69610 medium post 73527 c51347ab a5cd 4fc6 b017 5f80803a7fb2 2019 08 12t13 04 30.292 07 00
Rilis pers BNPB l 12 Agustus 2019 l 10.45 WIB

Tim Gabungan Masih Sisir Kawasan Gunung Sumbing Terbakar

JAKARTA - Tim gabungan masih melakukan penyisiran di kawasan hutan Gunung Sumbing yang terbakar pada Senin pagi ini (12/8). Sejumlah 100 personel dari tim gabungan berasal dari BPBD Kabupaten Wonosobo, Perhutani Kedu Utara, Polres Wonosobo, Kodim, dan sukarelawan Desa Banyumudal.

Penyisiran bertujuan untuk memastikan apakah api benar-benar telah padam. Operasi penyisiran saat ini masih berlangsung di lapangan. Sebelumnya kebakaran hutan diinformasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo terjadi di kawasan Gunung Sumbing, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah terjadi pada Minggu sore (11/8). Kawasan terbakar berada pada petak 28 RPH Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Wonosobo, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara di Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran.

Pagi tadi (12/8) pemantauan melalui teropong atau binocular juga masih ada titik asap di Gunung Sumbing, wilayah Magelang. Petak 29-1 ada tunggak kayu masih terbakar sedang dalam pemadaman oleh petugas/mandor perhutani wilayah Wonosobo.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Temanggung melakukan rapat koordinasi gabungan bersama Dandim, Kapolsek dan intansi terkait pada Senin ini. Salah satu poin rapat menginformasikan bahwa berdasarkan pantauan, api belum sampai ke wilayah Temanggung. Mendukung pemadaman, BPBD Kabupaten Magelang mengirimkan 4 personil untuk pendataan dan pemadaman.

Data sementara yang berhasil dihimpun, api diketahui muncul sekitar pukul 16.50 WIB, pada Minggu (12/8), dengan obyek yang terbakar meliputi ilalang, serasah dan sejumlah tanaman rimba berbagai jenis yang berfungsi sebagai hutan lindung.

Menurut pantauan petugas bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), api diperkirakan berpotensi meluas karena faktor angin kencang. Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui luas hutan dan lahan yang terbakar. Jumlah kerugian juga belum bisa dipastikan mengingat pantauan sementara masih terkendala oleh kabut tebal dan minimnya sarana prasarana serta terbatasnya personel.

Agus Wibowo
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Sumber:
https://www.facebook.com/265134686905181/posts/2410052669080028/
Sudah dilihat 26 kali

Komentar