TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

1 June 2020, 12:38 WIB
4 3 146
Gambar untuk TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU
Beberapa hari lalu, istri saya bertanya apa esensi perbedaan antara new normal dengan herd immunity. Sebelum menjawab, saya berfikir sejenak mencoba mengingat berita dari media dan pendapat para pakar yang beberapa kali saya baca, lalu mencari bahasa sesederhana mungkin untuk menjelaskannya.

"Tau Desa Kelola, di Bambalamotu? Atau Desa Sarudu?", tanya saya memulai jawaban.

Tentu saja dia menjawab tau. Dua Desa itu adalah desa yang terletak di Kabupaten Pasangkayu. Tempat kami tinggal.

Lalu saya mulai bercerita...

Dua Desa itu pada tahun 2000-an sama seperti desa-desa lainnya: hijau, nyaman, dan asri. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kenyamanan masyarakat desa terganggu oleh bau busuk limbah sawit yang menyengat.

Bau busuk itu disebabkan karena letak pabrik sawit berdekatan dengan kampung. Bahkan terletak di dalam kampung. Juga diperparah pengelolaan limbah tidak mengikuti standar seperti yang ditetapkan oleh perundang-undangan. Lah, memang dimana sih perusahan yang taat?

Nah, masayarakat sekitar pabrik yang tetap menetap disana, dengan segala gangguan dan resiko dari limbah pabrik itu sebenarnya telah melakukan "new normal". Mereka tidak punya pilihan lain selain "berdamai" dengan bau busuk itu.

***

Dalam perjalanan lain saya ke Morowali Utara tahun lalu, ke rumah seorang kawan pejuang disana, saya pernah bertanya dengan pertanyaan yang semakna di atas.

"Kandut, bagaimana hidup di wilayah yang terancam tambang seperti banyak desa di Morut ini? Banjir bisa datang kapan saja menghantam rumah, menghancurkan kebun, dan ternak. Atau seperti Desa sebelah itu tempat lokasi pabrik PT. ANA. Bau busuk menyengat setiap hari, bahkan setiap detik. Di sisi yang lain masyarakat sudah menetap disini puluhan tahun, beranak pinak, rumah mereka disini, hidup mereka disini. Pasti bukan pilihan mudah untuk pindah ke tempat lain yang lebih baik", itu pernyataan sekaligus pertanyaan saya kepada kawan itu.

"Mau diapa lagi, sudah begini. Jalani saja", jawabnya singkat.

Nah, jawaban ini sebenarnya menegaskan bahwa orang Sulawesi-setidaknya Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat yang setau saya menjadi wilayah ekspansi tambang dan sawit-sudah terbiasa dengan "new normal".

New Normal yang dapat disederhanakan menjadi "adaptasi" adalah menjalani kehidupan dengan normal walaupun ada ancaman dan gangguan. Pura-pura kuat dan tetap melanjutkan hidup padahal ditinggal kawin (hidup dengan kenangan) adalah contoh paling mudah apa itu new normal.

***

Catatan saya, untuk kasus covid-19 pemerintah begitu serius mengatur masyarakat untuk ikut protokol pengurangan resiko seperti: jaga jarak, wajib pakai masker, pengaturan jam kerja, dll.

Bahkan pelaksaan aturan diseriusi dengan membentuk tim satgas hingga ke unit terkecil seperti desa hingga ke RT. Masih kurang cukup, polisi dan tentara juga diarahkan untuk memastikan masyarakat taat aturan new normal.

Ini dapat dimaklumi, karena dalam kasus covid-19, kita tidak melihat ancaman itu. Korona adalah kalajengking yang kasat mata. Tidak kelihatan. Ikut protokol adalah jalan satu-satunya.

Namun, untuk kasus gangguan dan ancaman lebih nyata seperti bau busuk limbah sawit; tercemarnya sumber air rakyat; juga banjir akibat pengrusakan hutan dan tambang; pemerintah lelet menyelesaikan. Masyarakat dibiarkan berdamai dan hidup normal dengan ancaman itu. Sendirian.

Tidak akan anda lihat ada Pol PP, polisi, atau tentara yang menghentikan aktivitas perusahaan yang memberi ancaman dan gangguan pada masyarakat.
.
.
.

Halah..

Sebelum tulisan ini terlalu jauh membahas sawit dan tambang-padahal niat awalnya bahas new normal dan Herd immunity-sebaiknya diakhiri sampai disini saja.

Note: Gambar dari JPNN

  3 Komentar untuk TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

Tulis komentarmu...

usman hasan

Tamu
ya baguslah. tulisan yang ada manfaat. thanks

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  7 Jul 2020
  2. Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jul 2020
  3. RAPID TEST COVID-19: Dalam Kacamata Medis dan Pendapat Masyarakat

    Dhevi Citra  di  Manguharjo, Madiun Kota  |  10 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hubungi Pak Syamsul Untuk Cuci Mobil Panggilan Wilayah Jaksel

    Widya Sari  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  |  7 Jul 2020
  2. 1
    Komentar

    Pengumuman 20 Pemenang Survey COVID-19

    AtmaGo  di  Jakarta Pusat  |  4 Jul 2020
  3. 1
    Komentar
  4. 0
    Komentar

    WISATA RELIGI DIMASA TRANSISI

    Nene Sumiyati  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  9 Jul 2020