Test

Header illustration
ZAKAT UNTUK USAHA JAJANAN PASAR BERBASIS APLIKASI
Assalamu’alaikum, warahmatullahi wabarakatuh,
Zakat (Bahasa Arab: زكاة transliterasi: Zakah) dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat dari segi bahasa berarti 'bersih', 'suci', 'subur', 'berkat' dan 'berkembang'. Zakat dibagi menjadi zakat fitrah dan zakat maal. Adapun 8 asnaf yang berhak menerima zakat maal antara lain :
Fakir : Orang yang tidak punya pekerjaan tetap sehingga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
Miskin : Orang yang punya pekerjaan namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Amil : Orang (panitia) yang bertugas mengelola zakat
Muallaf : Orang yang baru masuk isalm
Gharim : Orang yang terlilit hutang dan tidak sanggup mengembalikan
Ibnu Sabil : Orang yang sedang bepergian dengan tujuan bukan untuk maksiat
Fisabilillah : Orang yang berjuang di jalan Allah
Hamba sahaya : Budak yang belum merdeka
Secara syariat, penyaluran zakat maal adalah untuk 8 asnaf tersebut. Namun jika di dalam masyarakat hanya terdapat beberapa asnaf yang berhak menerima zakat maal maka zakat maal dibagikan sesuai dengan asnaf yang ada di masyarakat tersebut.
Cara yang bisa ditempuh untuk membagikan zakat maal bisa beragam. Misal untuk fakir miskin zakat maal bisa disalurkan berupa uang, sembako, atau bisa juga berupa modal usaha. Cara yang dipilih tentu harus dengan pertimbangan yang tepat dengan melihat kondisi penerima zakat. Jika penerima zakat tergolong usia lanjut yang sudah tidak mampu untuk bekerja secara produktif, maka zakat maal akan lebih bijak diberikan dalam bentuk uang atau sembako. Namun jika penerima zakat masih dalam usia produktif dan masih sanggup untuk melakukan usaha produktif, maka penyaluran zakat berupa modal usaha akan menjadi cara yang lebih bijak. Mengingat tujuan pemberian zakat maal adalah untuk membantu mengurangi beban hidup fakir miskin. Memberikan modal usaha untuk fakir miskin berarti telah membuat orang lebih produktif dan mencabut kemiskinan sampai akarnya.
Terkait dengan modal usaha, salah satu ide yang bisa bisa saya sampaikan adalah Usaha Kuliner Berupa Jajanan Pasar Berbasis Aplikasi. Adapun beberapa alasan usaha jajanan pasar menjadi menarik antara lain :
Tidak membutuhkan modal besar karena bisa bisa bekerjasama dengan produsen makanan untuk menyetor makanan yang akan dijual
Jajanan pasar tergolong usaha dengan margin profit besar namun dalam ini resiko bisa dimiminimalkan karena makanan titipan yang tidak laku dikembalikan ke penyetor
Untuk pemilihan lokasi usaha bisa menggunakan teras rumah warga yang berada di pinggir jalan raya kemudian biaya sewa dihitung dengan sistem profit sharing (mendapat bagian laba setelah usaha berjalan)
Penjualan cenderung mudah karena termasuk barang kebutuhan pokok
Pemasaran cenderung mudah karena masyarakat banyak organisasi yang membutuhkan snack. Bisa juga dilakukan dengan berbasis organisasi masyarakat yang diikuti, misal melalui lembaga Muhammadiyah atau yang lainnya
Usaha ini merupakan usaha yang sangat sederhana namun bisa memberdayakan banyak orang karena banyak pihak yang terlibat (pemilik tempat, penjual, beberapa orang penyetor makanan.
Kenapa berbasis aplikasi ???
Era millennial ini, banyak sekali aktifitas hidup kita yang berbasis aplikasi, mulai dari sarana transportasi, pemesanan tiket, aplikasi minimarket, aplikasi perbankan, dll. Konsumen serba dimudahkan dan dimanjakan. Dan yang menjadi catatan penting untuk kita adalah jika pola tersebut tidak diikuti, maka pola lama akan tergilas dan tidak akan mampu bertahan hidup. Kita harus bisa mengadaptasi perubahan pola tersebut. Meskipun yang dijual adalah jajanan pasar yang tergolong tradisional, namun cara pemasaran harus tetap up to date yaitu dengan berbasis aplikasi. Dengan menggunakan aplikasi, maka konsumen akan lebih mudah untuk memesan. Konsumen tidak perlu keluar rumah untuk memesan. Menu yang tersedia pun juga bisa dilihat di aplikasi. Untuk pembayaran bisa Cash on Delivery (COD) atau via transfer antar rekening.
Yang tidak kalah penting adalah dengan menggunakan aplikasi tentu saja, pihak yang terlibat akan bertambah satu lagi yaitu vendor aplikasi. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam sebuah kegiatan usaha maka masyarakat akan lebih berdaya guna dan roda perekonomian akan berputar. Dimana tujuan akhir adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera.bebas dari kemisikinan.Jazakumullah khairan katsira Wassalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh
Penulis :
Muhammad Kharis
Sudah dilihat 46 kali

Komentar