Terdampak Kemarau, Tanaman di Jalur Hijau Kota Bogor Berguguran

65612 medium img 20190702 wa0014
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Musim kemarau yang melanda wilayah Kota Bogor sejak Juni hingga sekarang membawa dampak bagi tanaman hias dan tanaman hijau lainnya di sepanjang jalur hijau dan taman-taman Kota Bogor.



Kepala Bidang Pertamanan Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Hutri mengatakan, akibat curah hujan yang rendah tanaman yang berguguran terus meningkat.



"Semakin meningkat kita tidak memungkiri bahwa kondisi cuaca terutama menurunnya curah hujan itu sangat berdampak. Sampai sekarang 15-20 persen tanaman yang mati," ujar Hutri, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan kondisi ini cukup memprihatinkan karena mengurangi estetika keindahan taman apalagi Bogor memiliki banyak taman yang juga menjadi salah satu penarik bagi wisatawan.

"Memang kondisi bulan ini dari BMKG dinyatakan kondisi dalam musim kemarau namun kita tetap berupaya melakukan strategi penyiraman, yang Warung Jambu ke Pajajaran, Ekalokasari jadi prioritas penyiraman dilakukan dua kali, pagi dan sore," ungkap Hutri.

Meski jumlah tanaman yang mati meningkat namun Hutri mengaku belum ada peningkatan untuk penyiraman tanaman.

"Sampai dengan sekarang kita lakukan mekanisme penyiraman dua kali sehari. Ke depan dievaluasi jika diperlukan penambahan ritme penyiraman, kita tambah sebagai antisipasi di musim kemarau," katanya.

Sementara untuk tanaman yang sudah mati sambung Hutri akan dilakukan penggantian yang dipriotaskan di sepanjang kawasan Warung Jambu hingga Lippo Plaza Ekalokasari.

"Untuk pemeliharaan intensif terus kita laksanankan baik segi pemeliharaan maupun pergantian buat tanaman yang mati. Kita juga harapkan mudahan-mudahan kemarau segera berkhir segera hujan," tukasnya.

Sudah dilihat 41 kali

Komentar