Tatap Porda Jabar, Bogor Targetkan 90 Medali Emas

54300 medium porda
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Meski helatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat masih 2022, namun berbagai persiapan sudah dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor sejak tahun ini. Salah satunya melalui pencanangan program Bogor Emas.

Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie mengungkapkan, program Bogor Emas merupakan upaya dalam meningkatkan perolehan medali emas pada gelaran Porda Jabar 2022 mendatang.

“Bogor Emas adalah Bogor 90 medali emas. Targetnya Kota Bogor mampu meraih 90 emas pada Porda 2022 nanti. Kita canangkan agar seluruh cabang olahraga tahu dan paham apa yang harus dikerjakan dan tahu apa yang harus dikejar mulai saat ini bukan ketika menjelang gelaran Porda baru bicara program dan lain-lain,” ungkap Benninu, Sabtu (16/3/2019).

Dengan program ini, lanjut dia, para cabor akan mengerti arah perjuangannya. “Jika setiap tahun kami hanya menjalankan rutinitas pembagian dana bantuan seperti bagi-bagi roti, maka tidak ada efek. Untuk itu 2019 ini kita sudah mulai membagikan dana bantuan sesuai dengan program yang KONI Kota Bogor canangkan, jika tidak sesuai kita koreksi,” jelasnya.

Saat ini, Kota Bogor memiliki 21 cabor peraih medali emas yang terus digembleng dan digenjot agar prestasinya bisa dipertahankan dan bisa melengkapi rencana raihan 90 emas.

Ia menambahkan, beberapa strategi yang dilaksanakan KONI Bogor untuk meraih capaian tersebut, diantaranya memberikan bimbingan program latihan para atlet dan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelatihnya. Kurang lebih atlet yang akan dipersiapkan jumlah bertambah menjadi 500 atlet dari sebelumnya hanya 200.

“Posisi tiga besar pada Porda 2022 menjadi target kami. Untuk pembinaan atlet, sudah dilakukan sejak 2018 akhir, mulai dari mengikuti event-event lomba, seleksi atlet dan lainnya. Untuk pelatih sedang dilaksanakan pembinaan agar mampu menciptakan program yang baik dan mendukung target 90 emas, utamanya peningkatan kapasitas pelatih. Tahun 2019 rencananya KONI Kota Bogor sesuai kemampuan yang dimiliki, akan mengirim pelatih ke luar negeri dalam rangka meningkatkan kapasitasnya, sebagai tahap awal ada tiga pelatih yang akan dikirim,” beber Ben.

Selain pembinaan fisik, lanjut dia, pembinaan mental juga dilakukan melalui pendampingan oleh tenaga psikolog. Sementara itu, untuk beberapa cabor yang belum berhasil meraih emas, pembinaannya akan dilakukan secara ‘keroyokan’ agar mampu meraih medali emas, yang prioritas diberlakukan secara sama.

“Tantangan yang dihadapi dalam mencapai raihan 90 emas, diantaranya pada Porda 2022 nanti ada beberapa atlet yang sudah tidak bisa diturunkan lagi karena faktor usia dan ada kemungkinan nomor cabornya tidak dipertandingkan lagi. Selain itu keterbatasan sarana prasarana menjadi kendala utama lainnya yang dihadapi dalam pembinaan atlet, namun hal itu bukan menjadi alasan bagi KONI Kota Bogor untuk meningkatkan prestasi para atlet,” jelasnya.

Terakhir Benninu menyebutkan, saat ini cukup banyak atlet dari wilayah lain yang ingin masuk ke Kota Bogor. Menurutnya, Kota Bogor akan menerima selama itu datang dari keinginan sendiri dan tanpa nilai transfer. Beberapa alasan yang dikedepankan Benninu terkait hal itu diantaranya adanya perhatian atau jaminan bagi para atlet untuk hidup atau menempuh pendidikan.

“Ini menjadi daya tarik dan saat ini Kota Bogor memiliki bonus pelatih terbesar di Jawa Barat serta menjadi yang pertama yang memberikan bonus tanpa adanya potongan apapun. Ini sudah didengar hingga ke luar Jawa Barat, jadi banyak atlet di luar Kota Bogor yang ingin masuk ke Kota Bogor. Antara pelatih, atlet maupun KONI, tidak ada sekat. Suasana yang kita bangun seperti keluarga dalam rumah, kurang lebih itu yang dirasakan rekan-rekan atlet maupun pelatih,” pungkas Benninu.
Sudah dilihat 32 kali

Komentar