Tar Residu Karsinogenik Berbahaya

Gambar untuk Tar Residu Karsinogenik Berbahaya
APA ITU TAR?

TAR adalah kondensat asap yang merupakan total residu, dihasilkan saat rokok dibakar, setelah dikurangi nikotin dan air.
Kandungan kimia tar terdiri atas ratusan senyawa, lebih dari 43 diantaranya bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
Setelah dingin, mengendap berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru.

Kandungan Tar (lebih dari 4000 zat kimia).

โ€ข Carbon Monoxide : Asap knalpot
โ€ข Arsenic : Racun tikus
โ€ข Ammonia : Cairan pembersih
โ€ข Acetone : Pembersih cat kuku
โ€ข Hydrogen Cyanide : Gas pembunuh
โ€ข Naphthalene : Kapur barus
โ€ข Sulphur Compounds : Korek api
โ€ข Butane : Korek api gas
โ€ข Timbal, Alcohol, Formaldehyde, dan sebagainya.

Tar termasuk dalam 60 besar Karsinogenik (penyebab kanker).

Pesan penulis :
"STOP MEROKOK, STOP MENUMPUK RESIDU TAR
HARGAILAH NIKMAT HIDUP YANG HANYA SEBENTAR".Sumber :
http://pom.go.id

  Komentar untuk Tar Residu Karsinogenik Berbahaya

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. Jaga Jarak Selama Pandemi Lebaran Tetap Bisa Silaturahmi

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pondok Melati, Bekasi Kota  |  24 May 2020
  3. Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  3. 3
    Komentar

    Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  4. 3
    Komentar

    SENIMAN DELES KEMIREN, PENCIPTA TARI LUNDOYO

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  25 May 2020