Tanggul Jebol, Sungai Meluap

20160 medium open banjir di kecamatan tugu 1 rsz
MANGKANG – Hujan deras Minggu (7/1) sore mengakibatkan dua sungai di wilayah Mangkang meluap. Yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Beringin dan DAS Plumbon. Sebuah tanggul sepanjang 30 meter di RT 1 RW 2 Mangkang Kulon, jebol. Tanggul tersebut tak mampu menahan derasnya aliran Sungai Plumbon.

Jebolnya tanggul ini mengakibatkan sekurang-kurangnya 60 rumah terendam. Air deras bercampur lumpur masuk ke permukiman dan rumah warga hingga rata-rata dengan ketinggian air 6 centimeter. Hingga petang, warga dibantu sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, relawan, TNI dan lain-lain, melakukan penanganan dan menyelamatkan barang-barang milik warga.

“Kurang lebih 60 KK di RT 1 RW 2 Mangkang Kulon kemasukan air. Ketinggian air masuk rumah 60 centimeter. Airnya mengalir bersama lumpur,” kata Camat Tugu, Anton Siswartono.

Dikatakannya, tanggul tersebut jebol karena ada tanggul baru di sekitar lokasi. Sehingga air di sekitar lokasi menggerus tanggul lama. “Kondisi tanggul lama ini sudah lemah. Apalagi pusaran air dan debit air di Sungai Plumbon tinggi sekali, airnya sudah melimpas, melebihi bibir sungai,” terang Anton.

Limpasan air akibat tanggul jebol tersebut kemudian masuk ke permukiman warga. Sementara tidak ada korban jiwa. Sejumlah warga sudah dievakuasi, terutama anak-anak dan warga jompo telah dibawa ke tempat aman.

Pihkanya mengaku juga telah memberikan bantuan kepada warga, seperti sarung, selimut, dan mi instan untuk kebutuhan mendesak. “Air banjir ini besar karena di daerah Ungaran terjadi hujan deras, saya telepon teman-teman yang disana memang betul Ungaran mengalami hujan deras,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang, Ragil Widodo, mengatakan pihaknya memonitoring apa yang dibutuhkan masyarakat di wilayah Mangkang Kulon. “Kita bantu sesuai dengan kemampuan. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” katanya.

Banjir di DAS Beringin dan DAS Plumbon, kata dia, memang telah rutin terjadi. Apabila di daerah Ungaran Barat terjadi hujan deras, maka kedua sungai tersebut sangat berbahaya. “Larinya ke sungai Beringin dan Plumbon. Tetapi kalau Ungaran Timur, larinya ke Banjir Kanal Timur (BKT) dan Pengkol. Itu sudah rutin. Memang, air limpasan ini masuk di permukiman warga. Tetapi airnya mengalir, sehingga tidak membutuhkan waktu lama airnya surut,” katanya.

Kondisi sungai meluap di Kota Semarang, kata Ragil, tidak hanya terjadi ketika Semarang hujan deras. Bahkan Semarang tidak hujan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi luapan, karena air tersebut berasal dari Ungaran. “Kalau Ungaran hujan deras, Semarang waspada. Sebetulnya sejauh ini intensitas hujan di Semarang belum seberapa. Saya tadi juga sampai keliling hingga di daerah Gunungpati, Mijen, tidak begitu deras. Tapi di Ungaran Barat sangat deras, teman-teman relawan di Ungaran juga sudah menginformasikan,” imbuhnya.

Mengenai tanggul jebol di RT 1 RW 2 Mangkang Kulon, kata dia, telah dikoordinasikan dengan BBWS untuk dilakukan penanganan sementara. “Penanganan tanggul jebol seperti ini juga perlu hati-hati, jangan sampai kondisi masih deras malah menimbulkan korban,” katanya. (amu/hid/ric)

radarsemarang.com

Komentar