Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family

22 July 2019, 11:24 WIB
4 0 120
Gambar untuk Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family
atmago.com Tidak ada orang yang siap dengan bencana . Dikarenakan datangnya tiba-tiba diluar kehendak manusia. Oleh karenanya keluarga Yoss Dome Builder belajar dari kisah gempa Bantul 2006 membuat kesepakatan dan berupaya untuk tanggap pada bencana.

Tinggal di daerah rawan bencana , pernah mengalami bencana , dikepalai oleh seorang ayah yang pernah menjadi tim rescue di bencana stunami Aceh , membuat keluarga ini memutuskan bahwa panik dan ketidaksiapan bukanlah pilihan yang baik. Menyadari kebutuhan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapinya.

Satu kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi bencana adalah rencana kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan tas siaga bencana.

Keluarga ini beranggotakan 6 orang Yoss (ayah) , Ririn (ibu) , dan 4 anak mereka yaitu Topan, Nil , Bonar dan Jo si bungsu.
Masing - masing memiliki satu tas yang selalu berisi air mineral , mie instan , lampu senter ,korek api , peluit , beberapa potong pakaian dan obat - obatan untuk pertolongan pertama, alat mandi dan sanitasi , jaket , masker dan alat tulis . Tas tersebut dilengkapi identitas pemiliknya dan nomor telepon ayah ibu . Kusus tas ayah , dilengkapi obat rutin karena harus mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin.

Keluarga yang tinggal di dusun Krekah Gilangharjo Pandak Bantul ini , juga membuat beberapa kesepakatan. Surat - surat berharga berada dalam lemari dan masing - masing sudah disendirikan berdasarkan nama dan disimpan dalam plastik yang aman dari air. Jika memungkinkan saat ada bencana masing - masing anggota keluarga harus mengambil dan memasukannya dalam tas. Dompet dan uang celengan juga wajib dibawa.

Kesepakatan lain, jika gempa yang terjadi memiliki kekuatan yang besar sehingga tidak bisa berlari ke luar rumah , anggota keluarga akan berkumpul di area bawah dak dan tangga menuju lantai dua.
Titik tersebut adalah titik terkuat di dalam rumah. Segera keluar rumah setelah kondisi stabil , dan di luar rumah ada titik dimana mereka akan berkumpul. Titik tersebut dipilih dan diperkirakan akan aman dari reruntuhan rumah .

Jika gempa atau bencana lain terjadi saat tidak di rumah , anak - anak akan berlindung di tempat aman seperti bawah meja , dan lapangan. Belajar untuk tidak panik , menarik nafas dan berdoa .

Setelah itu harus segera mencari pertolongan dengan meminta tolong pada orang dewasa yang bisa dipercaya. Misalnya polisi , fasilitator , dan lain - lain.

Jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk tinggal dan keluarga saling berpisah , gereja Ganjuran adalah tempat yang mereka sepakati untuk berkumpul. Saling berusaha memberikan pesan seperti surat atau dalam bentuk apapun.

"Wajib mempelajari ilmu pertolongan pertama pada kecelakaan , wajib menolong orang yang membutuhkan pertolongan , wajib percaya pada ketentuan Tuhan adalah yang terbaik juga menjadi satu kesepakatan dalam keluarga kami ." ungkap Ririn .

"Saat gempa tahun 2006 bahan sayuran dan lauk sangat sulit didapat di 3 hari pertama bencana." imbuhnya .
Mengingat hal tersebut mereka juga membuat ketahanan pangan dari dalam halaman dan rumah sendiri. Selalu ada stok air mineral galon yang cukup untuk 3-6 hari.
Pepaya adalah pilihan makanan sehat jika terjadi bencana. Menanam berbagai sayuran dan memelihara ayam juga dilakukan.

Sebaik - baiknya menjaga hanya Dia-lah Tuhan . Kita sebagai manusia hanya berusaha tanggap terhadap situasi yang ada. Siap akan lebih baik dari pada panik dan bingung. (rins)

  Komentar untuk Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020