Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family

22 July 2019, 11:24 WIB
4 0 236
Gambar untuk Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family
atmago.com Tidak ada orang yang siap dengan bencana . Dikarenakan datangnya tiba-tiba diluar kehendak manusia. Oleh karenanya keluarga Yoss Dome Builder belajar dari kisah gempa Bantul 2006 membuat kesepakatan dan berupaya untuk tanggap pada bencana.

Tinggal di daerah rawan bencana , pernah mengalami bencana , dikepalai oleh seorang ayah yang pernah menjadi tim rescue di bencana stunami Aceh , membuat keluarga ini memutuskan bahwa panik dan ketidaksiapan bukanlah pilihan yang baik. Menyadari kebutuhan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapinya.

Satu kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi bencana adalah rencana kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan tas siaga bencana.

Keluarga ini beranggotakan 6 orang Yoss (ayah) , Ririn (ibu) , dan 4 anak mereka yaitu Topan, Nil , Bonar dan Jo si bungsu.
Masing - masing memiliki satu tas yang selalu berisi air mineral , mie instan , lampu senter ,korek api , peluit , beberapa potong pakaian dan obat - obatan untuk pertolongan pertama, alat mandi dan sanitasi , jaket , masker dan alat tulis . Tas tersebut dilengkapi identitas pemiliknya dan nomor telepon ayah ibu . Kusus tas ayah , dilengkapi obat rutin karena harus mengkonsumsi obat hipertensi secara rutin.

Keluarga yang tinggal di dusun Krekah Gilangharjo Pandak Bantul ini , juga membuat beberapa kesepakatan. Surat - surat berharga berada dalam lemari dan masing - masing sudah disendirikan berdasarkan nama dan disimpan dalam plastik yang aman dari air. Jika memungkinkan saat ada bencana masing - masing anggota keluarga harus mengambil dan memasukannya dalam tas. Dompet dan uang celengan juga wajib dibawa.

Kesepakatan lain, jika gempa yang terjadi memiliki kekuatan yang besar sehingga tidak bisa berlari ke luar rumah , anggota keluarga akan berkumpul di area bawah dak dan tangga menuju lantai dua.
Titik tersebut adalah titik terkuat di dalam rumah. Segera keluar rumah setelah kondisi stabil , dan di luar rumah ada titik dimana mereka akan berkumpul. Titik tersebut dipilih dan diperkirakan akan aman dari reruntuhan rumah .

Jika gempa atau bencana lain terjadi saat tidak di rumah , anak - anak akan berlindung di tempat aman seperti bawah meja , dan lapangan. Belajar untuk tidak panik , menarik nafas dan berdoa .

Setelah itu harus segera mencari pertolongan dengan meminta tolong pada orang dewasa yang bisa dipercaya. Misalnya polisi , fasilitator , dan lain - lain.

Jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk tinggal dan keluarga saling berpisah , gereja Ganjuran adalah tempat yang mereka sepakati untuk berkumpul. Saling berusaha memberikan pesan seperti surat atau dalam bentuk apapun.

"Wajib mempelajari ilmu pertolongan pertama pada kecelakaan , wajib menolong orang yang membutuhkan pertolongan , wajib percaya pada ketentuan Tuhan adalah yang terbaik juga menjadi satu kesepakatan dalam keluarga kami ." ungkap Ririn .

"Saat gempa tahun 2006 bahan sayuran dan lauk sangat sulit didapat di 3 hari pertama bencana." imbuhnya .
Mengingat hal tersebut mereka juga membuat ketahanan pangan dari dalam halaman dan rumah sendiri. Selalu ada stok air mineral galon yang cukup untuk 3-6 hari.
Pepaya adalah pilihan makanan sehat jika terjadi bencana. Menanam berbagai sayuran dan memelihara ayam juga dilakukan.

Sebaik - baiknya menjaga hanya Dia-lah Tuhan . Kita sebagai manusia hanya berusaha tanggap terhadap situasi yang ada. Siap akan lebih baik dari pada panik dan bingung. (rins)

  Komentar untuk Tanggap Bencana Ala Yoss Dome Builder Family

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  4. Warga Kampung Wirogunan Lakukan Mapping Wilayah untuk Penyusunan Masterplan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  20 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 1
    Komentar

    FORMMAD WARNA BARU KEGIATAN OMS DI BOYOLALI

    Fafa Siregar  di  Wonosegoro, Boyolali  |  15 Sep 2020
  4. 1
    Komentar

    Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020