Tak Punya Biaya, Usus Bocah Ini Terpaksa Dibungkus Plastik Makanan

9 October 2016, 08:53 WIB
11 0 298
Gambar untuk Tak Punya Biaya, Usus Bocah Ini Terpaksa Dibungkus Plastik Makanan
Setahun belakangan ini, Yusa Al Faridzi harus menahan sakit yang luar biasa. Keceriaan bocah yang masih berusia 6 tahun ini terenggut lantaran penyakit yang dideritanya.

Ya, Yusa divonis dokter menderita kebocoran pada bagian ususnya. Lantaran hal ini, bagian usus Yusa menonjol ke luar tubuh.

Orang tua Yusa, Dede Suherman dan Rohaeti tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi. Tak ayal, kondisi Yusa dibiarkan begitu saja oleh mereka.

"‎Awalnya Yusa hanya mengeluh sakit perut sekitar Januari 2016. Namun, sejak seminggu diperiksakan dan diberi obat, kondisi Yusa tak mengalami perubahan," kata Rohaeti saat ditemui di rumah orangtuanya di Kampung Karapiak RT 03/02, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ‎Jumat(7/10).

Dikatakannya, perut Yusa semakin hari semakin membuncit. Kemudian kedua orang tuanya memutuskan untuk membawa lagi ke dokter. Namun dokter merujuk Yusa untuk dibawa ke RSUD Cicalengka.

Setelah dirawat selama seminggu di RSUD Cicalengka, kondisi Yusa pun masih sama. Justru semakin parah. Dokter di rumah sakit tersebut memvonis jika usus Yusa bocor. Akhirnya Yusa di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dioperasi.

"Setelah dioperasi, memang usus Yusa dikeluarkan terlebih dahulu dari perutnya. Hal itu dilakukan, agar dokter yang menanganinya mengetahui kondisi usus Yusa pasca dioperasi," ujarnya.

Setelah satu bulan, tepatnya pada bulan Februari dirawat di ruang Kemuning RSHS, kondisi usus Yusa sudah membaik. Namun, Yusa justru memiliki penyakit lain, yakni Asma.

Setelah melakukan kontrol, operasi tahap kedua untuk memasukkan ususnya pun harus segera dilakukan. Namun, karena terkendala biaya, akhirnya operasi urung dilakukan.

Kedua orang tuanya pun harus menyicil sisa biaya perawatan Yusa senilai sekitar Rp 18 juta dengan 10 kali cicilan. Jatuh temponya hingga Desember 2016.

"Udah enggak punya biaya lagi. Kesana saja pakai SKTM. Suami saya kerja serabutan engga tentu itu juga. Saya juga sama. Waktu itu totalnya Rp 32 juta. Dapat dari SKTM Rp 5 juta dan biaya pribadi Rp 6,5 juta. Itu saja minjam sana sini," cetus dia.

Kini, sudah lebih dari enam bulan Yusa harus menjalani kehidupannya tanpa pengobatan dan kontrol.

Plastik yang digunakan membungkus perut Yusa pun terpaksa harus memakai plastik bening kiloan makanan.

Kedua orang tuanya tak mampu membeli harga plastik Kalostomi yang khusus digunakan untuk membungkus organ dalam yang berada di luar tubuh.

"Sehari setidaknya harus tiga kali ganti (plastik). Sekarang ususnya makin besar, kadang suka mengeluarkan darah dan sakit,"pungkasnya.

  Komentar untuk Tak Punya Biaya, Usus Bocah Ini Terpaksa Dibungkus Plastik Makanan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020