Tak ada operasi yustisia, kota Bekasi bakal kebanjiran pendatang

63273 medium post 68299 b5d968fc 453d 4927 8786 9667e658846b 2019 06 08t04 53 25.999 07 00
Tangkis info tentang operasi yustisia, Wali Kota Bekasi jelaskan jika Kota Bekasi sangat membuka pintu terhadap pendatang baru yang mungkin akan dibawa oleh bagian anggota keluarganya di Kota Bekasi.
"Kota ini sangat welcome dan terbuka terhadap pendatang," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Diduga lantaran perkembangan kota bekasi ada sangkut pautnya dengan golongan urbanisasi.
"Mereka memberi warna, mendatangkan investasi dan membayar pajak," ucap Tri.
Beliau beberkan Kota Bekasi adalah kota sejuta harapan.
"Ada Harapan Indah, Harapan Baru, Harapan Jaya, maupun Ujung Harapan," ujar Tri merujuk nama sejumlah daerah di Kota Bekasi.
Kendati memicu persaingan tenaga kerja bagi warganya sendiri, menurut Tri, Pemerintah daerah tidak khawatir dengan ancaman pengangguran akibat gelombang urbanisasi usai Lebaran. Menurut dia, para pendatang itu adalah bagian dari bonus demografi Indonesia.
"Jangan hanya datang ke sini lalu keleleran dan tidak memiliki pekerjaan," ia menambahkan.
Diketahui data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI beberapa waktu lalu Kota Bekasi masuk ke urutan tiga kategori kota metropolitan dengan jumlah penduduk mencapai 2,7 juta jiwa Jumlah tersebut menggeser Kota Bandung, dan hampir menyalip Kota Surabaya dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa.
Adapun peringkat pertama masih ditempati DKI Jakarta.
"Kepadatan penduduk di Kota Bekasi itu 16.500 jiwa per kilometer persegi, jadi wajar kalau masuk kategori terpadat" ujar Tri.
Sumber:
Rakyat Merdeka
Sudah dilihat 27 kali

Komentar