Taiwan serahkan bantuan Rp5,6 miliar untuk bangun sekolah di Palu

60169 medium post 65899 98f7de46 e27e 4b6b 89e8 94a37b4ef7f8 2019 05 02t13 05 10.380 08 00
 Pemerintah Taiwan melalui Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) menyerahkan bantuan sebesar 355,722 dolar Amerika atau sekitar Rp5,6 miliar untuk membangun dua sekolah di Palu, Sulawesi Tengah.
Bantuan tersebut diberikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Taiwan di Indonesia (Taipei Economic and Trade Office in Indonesia / TETO) John C. Chen kepada Pelaksana Harian (PLH) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita di Kantor PMI di Jakarta, Selasa.
John C. Chen mengatakan donasi ini akan dipergunakan oleh PMI untuk membangun dua sekolah di daerah bencana agar anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman.
"Donasi yang diberikan hari ini berasal dari masyarakat Taiwan. Bantuan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan materi," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Harian (PLH) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita berterima kasih kepada TETO dan pemerintah Taiwan yang ikut peduli atas kondisi darurat di Sulawesi Tengah.
"Terima kasih yang mempercayakan PMI untuk mempergunakan bantuan itu untuk membangun sekolah yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah," kata dia.
Ginandjar Kartasasmita mengatakan PMI menargetkan untuk membangun 10 sekolah percontohan yang tahan gempa dan ramah lingkungan di Sulawesi Tengah.
"Kami tawarkan kepada mereka yang dari luar negeri untuk membangun sekolah percontohan tersebut," kata dia.
Kesepuluh sekolah tersebut terdiri atas lima sekolah di Palu (SDN Poboyo, SDN Inpres Petobo, SD Iqro, SDN 21 Palu, dan SDN Inpres Bayaoge), tiga sekolah di Donggala (SDN 4 Balaesang Tanjung, SDN 10 Balaesang Tanjung, dan SDN 19 Banawa Selatan) dan dua sekolah di Sigi (SDN 2 Bangga dan SD Inpres Boladangko).
Saat ini, lanjut dia, SDN Poboyo di Palu, Sulawesi Tengah sudah dibangun oleh PMI dengan bantuan dari Bulan Sabit Merah Turki.
"Karena SDN Poboyo sudah dibangun maka tersisa 9 sekolah percontohan yang belum dibangun. Pemerintah Taiwan ingin bangun dua sekolah di Palu, tetapi untuk nama-nama sekolahnya akan didiskusikan lebih lanjut," kata dia.
Ginandjar Kartasasmita mengatakan sekolah percontohan itu didesain oleh para ahli untuk tahan bencana serta ramah lingkungan.
"Pembangunan sekolah itu dilelangkan agar penggunaan donasi itu dapat dipertanggungjawabkan dan transparan," kata dia.
Sumber: AntaraSulteng
Sudah dilihat 18 kali

Komentar