Susah Cari Kerja, Mungkin Tulisan Ini Bisa Bantu Anda

68106 medium post 72344 844313ba 10f8 4505 888b 9b33ed74b26b 2019 07 28t13 24 47.330 07 00
"susah amat yah cari kerja"
Mungkin seperti itu keluhan pencari kerja. Kalau dipikir-pikir ucapan tersebut sangatlah benar, kenapa? Karena jelas jumlah kelulusan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan di tiap tahunnya tidak berimbang dengan jumlah pertumbuhan perusahaan. Tapi mohon maaf tulisan ini tidak mengajak anda untuk lebih jauh membahas seputar lowongan kerja dan pengangguran. Mundur ke belakang kita akan melihat dunia pendidikan, agak lebih ke dalam dengan dunia pendidikam kitapun akan melihat jejeran mata pelajaran yang mau tidak mau, suka tidak suka siswa akan menghadapinya. Beruntung jika siswa menyenangi semua mata pelajaran tersebut, tapi tidak jika yang tidak menyenangi atau malah membencinya. Terlepas dari alasan kenapa rasa senang atau tidak bisa menghinggapi siswa, mohon maaf saya tidak akan membahas hal ini. Agak mundur sedikit kita akan melihat cara pembelajaran yang diterima siswa oleh Gurunya. Mungkin banyak perbedaan yang didapatkan siswa dari sekian banyak guru yang mengajarinya tentu dengan mata pelajaran yang berbeda-beda. Sebelum masuk ke pokok pembahasan, saya ingin mengajak anda masuk ke dalam kenangan pribadi saya sendiri. Jakarta Mei 2015 saya berada di gedung Kompas Gramedia lantai 3 palmerah Jakarta Barat. Di sana ada beragam manusia dengan jenis kelamin berbeda namun tidak berbeda jauh usianya dari Saya. Tapi untuk tempat tinggal dan asal kampus pun juga berbeda. Saat tu saya masih berstatus mahasiswa semester akhir Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta Selatan. Satu hari itu kami semua langsung akrab, berbincang dan mengobrol tanpa memikirkan suku, ras, ataupun perbedaan fisik.
"Kakak di sini diajak siapa?" saya ingat betul Cintia, wanita dengan kacamata menanyakan itu selepas kami beristirahat dan duduk sembari menikmati pemandangan jakarta dari lantai 3 jam 12:10 WIB sembari menunggu makan siang dari Mbak Rani, Atasan kami di bagian SMO saat itu.
"Saya diajak Renita, dan kamu sendiri?" saya balik bertanya, singkat tentang Renita, dia kawan satu kelas di perkuliahan.
"Dari temen, tuh orangnya" ucapnya sembari menunjuk salah satu wanita yang duduk tidak jauh dengan saya.
Jika anda bosan dengan kenangan saya, tenang saja. Kisahnya saya cukupi sampai di situ saja. Tapi dari situ tentu bisa di pahami, kemampuan manusia dalam memperoleh pekerjaan jelas bukanlah 100% dari prestasi di sekolah, faktanya saat itu saya bukanlah mahasiswa dengan nilai IPK tinggi, walau sejujurnya segala bentuk usaha guna memperoleh angka diatas 3, sekian tak jarang dilakukan. Mulai dari memperhatikan dengan seksama, mempelajari dan mencoba kuasai segala bentuk materi. Dalam hal ini saya akui jika prestasi sangat dibutuhkan, tapi lebih dari itu sebagai penyempurna guna mempermudah dapat pekerjaan, salah satunya dengan kemampuan berkomunikasi. Yang jadi pertanyaan, sejauh mana kalian wahai para pencari kerja atau para pelajar atau para pengajar mempelajari dan sadar jika komunikasi itu amatlah penting?.
Pada dasarnya manusia pasti berkomunikasi, baik dengan lisan, tulisan maupun isyarat. Tapi perlu diketahui, komunikasi akan sangat mudah terjalin jika sedini mungkin anda mempelajari itu. Dari mental yang kuat guna lawan rasa malu, dan cara menyampaikan ucapan serta menghargai lawan bicara agar anda dan orang yang jadi lawan bicara menikmati komunikasi dengan sangat baik tersebut. Kalau sudah seperti itu tentu hubungan kesosialisasian akan sangat mudah tercipta, dan jelas peluang untuk mendapat pekerjaan bisa sangat mudah terbuka. Adapun selain itu peranan pentingnya komunikasi terletak pada detik-detik tes akhir antara anda masuk atau ditolak di perusahaan, yakni interviu. di sini anda harus mengakui jika komunikasi amat sangat berguna. Tidak mau terlalu jauh mengajak anda lebih dekat dengan komunikasi. Jika anda pelajar atau memiliki saudara seorang oelajar atau siapapun yang menurut anda sangat dekat dengan kehidupan anda dan berstatus pelajar, mulailah dan ajaklah mereka untuk lebih terbuka dan berani berkomunikasi pada siapapun di sekolah, atau jika dirasa perlu, mintalah masukan dari Guru anda agar anda bisa mudah berkomunikasi dan membuat komunikasi tersebut berjalan dengan sangat baik. Perlu anda ketahui, jika dalam komunikasi sudah sulit, ke depannya bukan tidak mungkin jika keberuntungan menghampiri dan anda memiliki pekerjaan, di dalam pekerjaan itu bersiaplah menikmati sebuah kesulitan yang sebenarnya bermasalah dari permasalahan komunikasi.
Anda ingin tau bagaimana cara menghasilkan komunikasi yang baik. Sabar yah.
Saya akan coba memberitahukan tapi mohon maaf, tidak saat ini.
Semangat....
Prestasi keren, komunikasi keren dijamin masadepan juga bakal keren, walau ada pahit-pahitnya sedikit, nikmatin saja prosesnya. 😊😊
Sudah dilihat 55 kali

Komentar