Suram Tak Selalu Muram di Benteng Pendem Semarang

27386 medium post 36618 8cca843e c261 48fe 9fec 020016fe13b0 2018 06 30t17 11 08.451 07 00
Solopos.com, Semarang - Selain Museum Kereta Api dan Monumen Palagan Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang juga menyimpan objek wisata berupa benteng tua peninggalan Belanda. Benteng tersebut bernama Benteng Fort Willem I atau kerap disebut Benteng Pendem oleh masyarakat sekitar.

Benteng Pendem terletak di Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sebagian benteng ini dimanfaatkan sebagai lembaga pemasyaraktan (LP).

Dilansir dari Wikipedia.org, Benteng Wiliem I atau Benteng Pendem dibangun pada 1834. Benteng ini sejak lama terkenal dengan nuansa suram dan sedikit menyeramkan. Bagaimana tidak, sebagian besar bangunan di Benteng Pendem sudah tak terurus dan tak digunakan dalam kurun waktu puluhan tahun.

Terlepas dari suasana horor dan cerita misterinya, tempat tersebut menyuguhkan panorama yang luar biasa. Bahkan, banyak kawula muda berwisata ke benteng yang ada di Kabpaten Semarang tersebut hanya untuk berfoto.

Maklum saja, saat ini kawula muda sedang ramai memamerkan foto mereka dengan latar belakang pemandangan ataupun tempat-tempat bagus di akun Instagram mereka. Tempat yang cocok digunakan untuk berfoto dan diunggah ke Instagram biasanya disebut dengan Instagram-able.

Nah, untuk para kawula muda yang ingin berfoto di tempat yang Instagram-able, objek wisata Benteng Pendem di Kabupaten Semarang adalah tempat yang sangat tepat.

Benteng Pendem memang terlihat terbengkalai dan tidak terawat, tapi justru dengan kesan itu membuat tempat ini cocok digunakan sebagai latar belakang foto. Kesan kuno dan eksotis pun disuguhkan benteng yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda ini.

Tak hanya untuk pamer di Instagram, tempat ini juga cocok untuk pengambilan gambar bagi pasangan yang akan menikah dan melakukan foto prewedding. Untuk dapat masuk ke salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Semarang itu, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp 5.000. Cukup murah bukan?

sumber : Solopos.com
Sudah dilihat 36 kali

Komentar