Sungkeman, Tradisi Ketika Lebaran

26661 medium 100 0346
Semanu (12/6)_ Lebaran tinggal menunggu hari. Ada beberapa hal yang menjadi sebuah tradisi ketika lebaran tiba. Salah satunya adalah Sungkeman.
Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti sujud atau tanda bakti dan hormat (KBBI). Sungkem sendiri biasanya dilakukan orang yang muda kepada orang lain yang lebih tua pada, atau anak kepada orang tua.
Selain itu sungkem atau sungkeman merupakan sebuah adat orang jawa sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Lebaran tanpa sungkem dirasa kurang afdhol atau kurang lengkap. Ibarat masakan tanpa bumbu akan terasa hambar.
Dalam tradisi orang jawa, sungkem dilakukan dengan duduk dan mencium tangan dambil mengatakan suati permohonan maaf dengan menggunakan bahasa yang halus. Dalam bahasa jawa disebut dengan basa krama. Kata-kata yang digunakan tidak ada aturan baku, hanya menyesuaikan kemampuan masing-masing individu. Yang terpenting dari kata yang diucapkan adalah sebuah permohonan maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan.
Misalnya: "Ngaturaken sembah pangabekti kulo ugi ngaturaken sugeng riyadi. Sedoyo kelepatan lahir batos sae kang mboten sengojo langkung-kang sengojo nyuwun lumunturing samodra pangaksami..."
Selain itu sungkem juga mempunyai beberapa manfaat; meminta maaf atas semua kesalahan, rasa hormat kepada orang yang lebih tua, Atau kepada saudara yang lebih tua terbih dari anak kepada orang tua.
Untuk itu manfaatkan momen lebaran sebagai ajang silaturahmi dan saling maaf memaafkan. Semoga nantinya kita menjadi orang yang fitrah. Amiin

Komentar