Sungai Tergerus Tebing, Penghuni 5 Rumah Diungsikan

32621 medium 180911183825 sunga
SEDIKITNYA lima rumah warga yang berada tidak jauh dari Sungai Cigadung di Kampung Tanjung Salep, Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Subang, sudah ditinggalkan penghuninya. Bahkan retakan tanah pun terus terjadi akibat adanya tebing sungai yang tergerus aliran sungai.

Untuk menghindari kejadian yang lebih parah, Kepala Desa Jatimulya, H. Ali Saripin pun berusaha meminta bantuan kepada pihak berwenang balai besar wilayah sungai (BBWS) namun setelah disurvey, diukur dan dilakukan pemotoan tetapi tidak ada realisasinya.

Akhirnya melayangkan surat ke Plt. Bupati Subang, H.Ating Rusnatim meminjam alat berat untuk menyingkirkan material yang menjadi tanah timbul di tengah sungai. Sebab, dengan adanya material tersebut, aliran sungai berpindah dan menggerus tebing hingga terjadi longsoran dan retakan di lahan warga yang tidak jauh dari lokasi.

Danramil Pusakanagara, Kapten Maali yang sempat beberapa kali mendapat keluhan warga melalui Babinsanya menyatakan, kalau rumah yang sekarang terdampak sebanyak 2 rumah dan penghuninya sudah diungsikan ke rumah saudaranya. “Sudah beberapa hari ini alat berat dari PUPR Subang melakukan normalisasi dibantu dengan petugas dari penanggulangan bencana, serta kami pun mensiagakan anggota bersama dari Polsek Compreng,“ ujarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Subang, H.Hidayat melalui Kasi Penanggulangan Bencana, Darmono yang dihubungi Selasa (11/9/18) sore membenarkan adanya bencana longsoran tanah hingga retakan di daerah Jatimulya tersebut.

“Sebenarnya gerusan sungai Cigadung itu sudah lama terjadi dan Kades sempat berkirim surat ke BBWS sejak tahun 2014 silam hingga akhirnya kami mendapat perintah dari Plt.Bupati untuk menanggulanginya,“ kata H. Hidayat.

Dia menjelaskan, apa yang dilakukannya hanyalah untuk penanggulangan kedarutan dengan membersihkan atau menormalisasi arus sungai dari material dan tanah timbul sehingga arus menjadi lancar. Sedangkan untuk tindak lanjut yang lebih besar lagi harus oleh dinas yang terkait. “Yang jelas Plt.Bupati sangat respon dan pada Senin kemarin pun datang meninjau ke lapangan karena dikuatirkan musim hujan tiba,“ pungkasnya.

Plt Bupati Subang H. Ating Rusnatim yang dihubungi terpisah mengaku kalau dirinya sempat kaget menerima surat permohonan dari Kades jatimulya adanya pergerakan tanah hingga membuat rumah warga retak.

“Keadaan itu sangat berbahaya untuk warga yang berada berdekatan dengan sungai Cigadung sehingga kami berkoordinasi dengan pihak PUPR beserta pihak terkait untuk langsung menyiapkan alat berat untuk meratakan dan memadatkan kembali tanah yang longsor, sebelum mengalami longsor yang lebih parah kembali,“ ungkapnya.

Wartawan: Dally Kardilan
Sudah dilihat 26 kali

Komentar