SUMPAH PALAPA EMBRIO TERKUAT PERSATUAN INDONESIA

61739 medium post 67156 c32789fd 1995 4409 a1d3 5fb023e08274 2019 05 20t13 52 30.673 08 00 61740 medium post 67156 5cc7ef64 0505 4449 8ed2 f8a3a9717fc7 2019 05 20t13 52 31.165 08 00 61741 medium post 67156 058370e6 e92d 45b4 8ca0 771566ece629 2019 05 20t13 52 31.528 08 00 61742 medium post 67156 cbd9b8d7 5b24 4e69 a0f8 d27d78ea0be6 2019 05 20t13 52 31.911 08 00
Hari ini tanggal 20 Mei 2019 merupakan hari Kebangkitan Bangsa. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memperingati Kebangkitan Bangsa Indonesia dengan menggelar Upacara di Lapangan Tiok Tata Tunaq Lombok Utara. Mengenang Sejarah Kebangkitan Bangsa Indonesia pada hakikatnya harus dimulai dari pada Zaman Kerajaan Majapahit yaitu pada masa Patih Gajah Mada. Patih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa yang merupakan embrio atau cikal Bakal era Kebangkitan Bangsa Indonesia.
Sumpah Palapa, embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara disatukan Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional untuk mengikat wilayah Indonesia secara de jure terwujud dalam NKRI saat ini.
Demikian dikatakan PLT sekda, Hermanto, saat membacakan sambutan Menkominfo pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di lapangan Took Tata Tunaq Lombok Utara, Senin (20/5/2019).
Kendati menjalankan ibadah puasa Ramadan tak menyusutkan semangat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk memperingati Harkitnas. Bertindak sebagai petugas yakni, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Utara.
Naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis, Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
Ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "amukti palapa". Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan pasti, umumnya para ahli sepakat amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada.
Mahapatih Gajah Mada tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Asisten II selalu PKT, yang menjadi Pembina Upacara menambahkan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.
"Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa," tegasnya.
tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial. Sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar.
Kelancaran ini juga berkat pengorbanan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini.
Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika jika diwujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan itu dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi.
"Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan, kita membuktikan mampu menjaga persatuan sampai detik ini," jelasnya. #RamadhanBerkah #AtmaGoNTB
Sudah dilihat 104 kali

Komentar