Suasana di Shelter Penyintas Balaroa Menyambut Lebaran

63117 medium post 68194 77a223d0 9e14 4ff0 a782 7ab78e59f796 2019 06 05t01 36 36.852 08 00 63118 medium post 68194 2bf6cd14 88a8 4adc 8df5 6b91e1bcacfb 2019 06 05t01 36 37.487 08 00 63119 medium post 68194 e85b3364 e69d 42d7 8db1 82ba28e27275 2019 06 05t01 36 37.856 08 00
Puluhan anak-anak penyintas Kelurahan Balaroa terlihat bersemangat melantunkan takbiran menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid semi permanen, Munzalan Mubarakan, Camp Terpadu Balaroa Atas, Palu, Selasa (4/6).

Kelurahan Balaroa merupakan salah satu daerah terdampak cukup parah oleh likuefaksi. Ribuan orang kehilangan harta benda dan keluarganya.
Tidak terasa delapan bulan sudah berlalu, tapi mereka masih tinggal di tenda-tenda yang kini terlihat usang.

Bila di waktu siang, matahari sangat menyengat. Bila malam hari terasa sangat dingin, namun apa daya sampai kini mereka belum tahu kepastian, sampai kapan akan diberikan hunian yang layak. Shelter lokasi Turkiztan ini dihuni sekitar 420 kepala keluarga.

Foto : Ikram / @paluposocom
Sumber : kumparan dan infopalu
Sudah dilihat 37 kali

Komentar