Suasana Berburu Camilan Lebaran di Kota Palu

62765 medium post 67961 72afb6e2 ca87 48e3 b181 80057b0cc42e 2019 06 01t17 50 04.298 08 00 62766 medium post 67961 4d51d11d 3f9e 48f9 a795 a8357466ef17 2019 06 01t17 50 05.040 08 00 62767 medium post 67961 9f6bda20 ecb9 43f0 a7f7 7e74c423c6ef 2019 06 01t17 50 05.318 08 00
Pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang memorakporandakan Palu, Sigi, dan Donggala, pola belanja Lebaran penyintas khususnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah berubah. Meski kondisi perekonomian warga Palu belum pulih, tapi tak menyurutkan antusias mereka untuk menyambut Hari Raya Idulfitri, salah satunya dengan berbelanja kue-kue kering.
Salah seorang warga Palu, Isma, mengaku untuk Lebaran tahun ini dirinya lebih memilih membeli camilan timbangan yang harganya yang lebih murah dibandingkan dengan kue-kue kering. "Sekarang keuangan susah apalagi kita kan baru kena bencana. Kue-kue yang dijual di sini juga enak, murah. Jualnya juga per kilo, jadi bisa lebih banyak," kata Isma saat ditemui di Swalayan Palu Mitra Utama (PMU).
Isma juga bercerita, di Lebaran sebelumnya, dia masih membeli kue toplesan karena memang saat itu keuangan masih stabil, namun keuangan Isma dan warga lainnya mulai sulit pascagempa. Sehingga kata Isma, mau tidak mau dirinya harus mencari alternatif lain.
"Harganya jauh berbeda kalau beli camilan timbangan daripada beli kue toples. Nanti camilan yang dibeli ini dimasukkan di toples pengganti kue lebaran," ujarnya.
Dari pantauan Palu Poso di swalayan Palu Mitra Utama (PMU), Jalan Monginsidi, ratusan warga telah memadati blok camilan di tempat tersebut. Banyak camilan yang disiapkan, dengan berbagai rasa dan bentuk. Di antaranya camilan Stik Balado, Emping Melinjo, Astor varian rasa, Kacang Kentucky, Stik Keju, Coco Krunch.
sumber: PaluPoso
Sudah dilihat 35 kali

Komentar