Strategi BNPB Dalam Upaya Pendataan Pengungsi Halmahera Selatan Pasca Gempabumi M 7.2

23 July 2019, 23:49 WIB
3 0 84
Gambar untuk Strategi BNPB Dalam Upaya Pendataan Pengungsi Halmahera Selatan Pasca Gempabumi M 7.2
Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan Prov. Maluku Utara yang tersebar dan terbatas akses transportasi, menjadi tantangan dalam pendataan untuk memperoleh angka dan informasi yang akurat. Setelah Sistem Posko terbangun seperti siapa melakukan apa dan bagaimana, dengan demikian kegiatan sektoral dapat berjalan. Urgensi kebutuhan data di lapangan menjadi dasar kebijakan Pemerintah untuk menentukan perencanaan dan langkah selanjutnya dalam upaya penanggulangan darurat bencana gempa bumi di Halmahera Selatan.

Seperti diketahui, gempa bumi mengguncang Halmahera Selatan pada 14 Juli 2019, pukul 16.10 WIB. Gempa dengan kekuatan M 7.2 SR berada pada lokasi 0.59 LS 128.06 BT di kedalaman 10 Km, atau 62 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Guncangan yang mengakibatkan kerusakan tersebut dialami 77 desa di 11 kecamatan. Sementara data dari Tim Gabungan Pos Komando dan Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana Gempa Halmahera Selatan jumlah pengungsi berjumlah 49.057 jiwa dan tersebar di 15 titik.

Masalah pendataan di lapangan dengan tantangan akses transportasi, jarak, dan keterbatasan komunikasi menjadi kendala utama dalam proses mendapatkan data yang akurat. Situasi wilayah terdampak gempa tersebar di Kepulauan, dan terbatasnya komunikasi dari daerah terdampak serta desa-desa pesisir yang dibatasi oleh tutupan luasnya hutan dan tidak adanya jalan darat lintas kecamatan. Dari permasalahan tersebut tim dari Direktorat Penanganan Pengungsi BNPB memberikan pendampingan dalam pendataan dalam masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan.

Pendataan tersebut di aplikasikan dengan membentuk tim pendataan multisektor OPD Pemerintah Kab. Halmahera Selatan dengan didampingi Tim Direktorat Penanganan Pengungsi BNPB. delapan (8) tim yang dibentuk ditempatkan di wilayah yang terkena dampak selama empat hari, dimulai pada Selasa 23 Juli 2019. Komposisi anggota setiap tim terdiri dari dinas-dinas di Pemerintahan Daerah Kab. Halmahera Selatan seperti DINSOS, DINKES, DIKBUD, DISPERKIM, PUPR, BAPPEDA dan DUKCAPIL serta dibantu oleh TNI/POLRI.

Masing-masing tim melakukan pendataan di 4 - 7 Desa yang tersebar di Kecamatan Bacan Timur, Bacan Timur Tengah, Bacan Timur Selatan, Kep. Joronga, Gane Barat, Gane Barat Selatan, Gane Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Barat, Bacan Barat, dan Gane Barat Utara.

Mekanisme pendataan dengan metode checklist dengan form berbasis data dari DUKCAPIL untuk memudahkan proses pendataan serta diupayakan dengan menggunakan aplikasi android Open Camera untuk mendapatkan dokumentasi dan titik koordinat di lapangan. Hasil dari pendataan tersebut akan dikumpulkan, diolah, dan dikelola oleh BAPPEDA berkoordinasi dengan BPBD untuk dilaporkan kepada SEKDA dan Kepala daerah.

Dengan demikian kolaborasi multisektor OPD dalam melakukan pendataan selama masa tanggap darurat di Kab. Halmahera Selatan, dapat memperkuat peran Pemerintah dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana dan memperkuat fungsi BNPB untuk melakukan pendampingan.

Sumber: Humas BNPB

  Komentar untuk Strategi BNPB Dalam Upaya Pendataan Pengungsi Halmahera Selatan Pasca Gempabumi M 7.2

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020