STN Sulteng Dukung Perjuangan Petani Lingkar Sawit Morowali Utara

67915 medium post 72177 6378e49e 6ba7 4c49 82a3 50ce25e885a4 2019 07 26t17 00 52.267 08 00
Konflik Agraria seakan tak ada habisnya. Ketimpangan tanah petani akibat ekspansi perkebunan sawit makin memprihatinkan. Masuknya Perkebunan selalu di sertai dengan perampasan tanah petani. Tak terkecuali Petani di Kecamatan Petasia Timur Kab. Morowali Utara.

Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Sulawesi Tengah Ade Arden menyampaikan dalam rilisnya (25/7). Petani selalu berada pada posisi yang termarjinalkan dalam ekspansi perkebunan sawit. PT. Agro Nusa Abadi yang beroperasi di Kecamatan Petasia Timur juga melakukan praktek serupa terhadap petani.

“PT Agro Nusa Abadi, telah mengkriminalisasi petani Petasia Timur. Hak Petani atas tanah di rampas dengan alasan usaha perkebunan. Yang parahnya, Perkebunan PT. Agro Nusa Abadi ini tidak mengantongi Hak Guna Usaha (HGU)” Ucap Ade.

Tindakan ini sangat melanggar regulasi yang mengatur hal itu. Sebab, secara hukum petani memiliki sertifikat yang berkekuatan hukum sebagai dasar kepemilikan atas tanah. Negara dan aparatusnya lagi-lagi abai dalam hal ini.

“Sertifikat yang di miliki petani itu harusnya menjadi dasar hukum. Tetapi PT. Agro Nusa Abadi tidak perduli atas itu. Seharusnya pemerintah daerah Morowali Utara dan Pemrov Sulteng serta BPN turun tangan dalam kasus ini. Diamya para pihak ini, menandakan bahwa pemerintah kita tidak berpihak pada rakyat, khususnya petani” tuturnya.

Dalam negara yang menganut sistem neoliberalisme rakyat bahkan dan negara mengikuti logika investasi. Perekenomian sesuai amanah Pasal 33 UUD 1945 dan tata kelola agraria berdasarkan UUPA 1960 tinggal sebatas teks sejarah. Solidaritas atas perjuangan petani Petasia Timur di perlukan agar pemerintah dapat membuka mata menyelesaikan kasus ini.

“Kami dari STN Mendukung perjuangan petani Petasia Timur dalam mempertahankan tanahnya. STN secara organisasi mendesak kepada Pemda Morowali Utara dan Pemprov Sulteng segera meninjau dan menyelesaikan sengketa lahan tersebut” ungkap Ade.

Seperti di ketahui perjuangan petani Petasia Timur sudah bertahun-tahun. Kedaulatan petani atas tanah di daerah ini masih menjadi mimpi bagi petani di Sulawesi Tengah

sumber: SultengMuda
Sudah dilihat 19 kali

Komentar