Solusi Krisis Pangan, Yuk Mulai Berkebun Di Pekarangan Rumahmu

25 May 2020, 11:06 WIB
4 2 100
Gambar untuk Solusi Krisis Pangan, Yuk Mulai Berkebun Di Pekarangan Rumahmu
Pernahkah SohIB berkebun?

Tahukah kamu, bahwa berkebun ternyata punya segudang manfaat, lho. Apalagi di tengah pandemi ini, ancaman krisis pangan meningkat akibat dampak yang ditimbulkan dari banyak sektor.

Untuk itu, Pemerintah melakukan satu langkah strategis adalah mengoptimalkan pekarangan pangan untuk menjaga ketahanan pangan, dengan menganjurkan masyarakat untuk memanfaatan pekarangan dengan berkebun.

Melalui Kementerian Pertanian RI, pemerintah menekankan agar memanfaatkan setiap jengkal tanah kosong untuk ditanami berbagai komoditas pangan, seperti umbi-umbian, sayuran, dan buah-buahan. Pekarangan harus dioptimalkan sebagai lumbung pangan hidup untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Hal ini digencarkan karena mengingat akibat dampak pandemi, selain bertambahnya pengangguran, juga membuat banyak negara menahan produksi pangan mereka untuk diekspor, sehingga beberapa komoditas pangan yang masih bergantung pada impor terkendala pasokannya.

Beberapa komoditas pangan yang ditanam di pekarangan juga relatif lebih singkat masa tanamnya untuk kemudian dipanen. Proses penanaman dan pemanenan pun lebih mudah.

Kementan melalui BKP telah mengembangkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tersebar di seluruh Indonesia. Tahun 2020 ini P2L berada di 3.876 lokasi di seluruh Indonesia. Sedangkan Indonesia sendiri punya potensi besar dalam lahan pekarangan pangan yang memiliki luas 10,3 juta hektar.

Berbagai jenis metode penanaman dalam berkebun bis digunakan, sekalipun bagi masyarakat yang hidup di perkotaan dengan memanfaatkan motede urban farming.
Beberapa metodenya di antaranya ;

🔘 VERTIKULTURAL
Penanaman vertikal/bertingkat di botol atau pipa.
Tanaman : sawi, bayam, seledri, sayuran daun lainnya.

🔘 HIDROPONIK
Penanaman tanpa tanah, hanya air dan unsur hara.
Tanaman : timun, melon, sawi, buncis, kangkung, selada, rempah-rempah.

🔘 AKUAPONIK
Penanaman dengan integrasi budidaya hewan air.
Tanaman : selada, kangkung, pakcoy.

🔘 WALL GARDENING
Penamaan vertikal atau bertingkat di dinding.
Tanaman : tomat, cabai, umbi-umbian, tanaman hias.

YANG KAMU HASILKAN...
- Bahan pangan sehat untuk keluarga
- Polusi berkurang
- Sampah berkurang
- Penghasilan pada skala kecil

Dengan pemanfaatan pekarangan rumah itu, diharapkan masyarakat dapat terpenuhi dalam hal kebutuhan pangan. Selain menghasilkan pangan yang sehat dan murah untuk keluarga, dalam skala kecil metode ini juga bisa menghasilkan pendapatan. Dan manfaat lainnya juga bisa dirasakan dalam hal mengurangi polusi dan sampah di lingkungan rumah. Hal ini karena pemanfaatan sampah sebagai pupuk organik dinilai dapat mengurangi volume sampah di lingkungan.
Yuk, mulai berkebun SohIB!


Source :
IndonesiaBaik.Id


#SukabumiLawanCorona
#PMISukabumi

  2 Komentar untuk Solusi Krisis Pangan, Yuk Mulai Berkebun Di Pekarangan Rumahmu

Tulis komentarmu...

Dhofir Amrulloh

Tamu
Ayo ayo!

Sejengkal tanah kita sangat berarti

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  7 Jul 2020
  3. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  4. Kunjungan Danrem 162/WB di Pasar Jelojok Kopang

    narma  di  Kopang, Lombok Tengah  |  3 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hubungi Pak Syamsul Untuk Cuci Mobil Panggilan Wilayah Jaksel

    Widya Sari  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  |  7 Jul 2020
  2. 2
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  3. 1
    Komentar

    Pengumuman 20 Pemenang Survey COVID-19

    AtmaGo  di  Jakarta Pusat  |  4 Jul 2020
  4. 0
    Komentar

    Benarkah Bawang Putih Dapat Turunkan Risiko Kanker?

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Krembangan, Surabaya  |  6 Jul 2020