Solusi alternatif peternakan dalam pemenuhan pangsa pasar

23959 medium img 20180416 wa0039
KEDIRI. Di Desa Deyeng Kecamatan Ringinrejo, kelompok tani yang bergerak di sektor perikanan, mulai eksis dengan melempar hasil budidayanya ke pangsa pasar regional (Jawa Timur). Budidaya ikan koi ini sekaligus memanfaatkan pekarangan rumah warga yang mayoritas cukup luas dan memungkinkan untuk dilakukannya budidaya ikan jenis hias itu, senin (16/04/2018)

PPL Kecamatan Ringinrejo Sugijanto, PPL Desa Deyeng Heri Siswanto, Kepala Desa Deyeng Syamsul Arief, Bati Tuud Koramil Kandat Pelda Rubiyanto serta 2 awak media asal ibukota, meninjau langsung budidaya ikan koi, yang menurut kabar bakal melebarkan sayapnya atau dalam artian menjangkau pangsa pasar nasional.

“Budiaya ikan koi ini berawal dari pemanfaatan lahan kosing disekitar rumah dan itu diawali dari warga desa sini, sebelum merembet ke beberapa desa lain disekitarnya. Di Desa Deyeng, para pembudidaya ikan koi lebih banyak ketimbang desa lain disekitarnya,” ungkap Sugijanto.

Pangsa pasar nasional menurutnya, sangat memungkinkan, karena produksi ikan koi di Kecamatan Ringinrejo pada umumnya dan Desa Deyeng pada khususnya, sangat besar, bahkan untuk mencukupi pangsa pasar lokal ,dalam artian Kediri ,sangat berlebihan, hingga akhirnya merambah pangsa pasar regional Jawa Timur.

“Pangsa pasar regional Jawa Timur memang masih naik turun, tetapi kalau dilihat jumlah produksinya, cukup untuk lebih luas lagi jangkauannya, yaitu pangsa pasar nasional, bisa Jawa Tengah ,bisa Yogyakarta, bisa juga Bali, tergantung order dari konsumen. Sementara untuk pangsa pasar regional Jawa Timur, kita sudah bisa dikatakan mencukupinya, karena beberapa daerah lain juga cukup besar dalam memproduksi ikan koi,” sambungnya.

Menurut Pelda Rubianto, besaran ikan koi yang dilempar pangsa pasar diluar Kediri, ada berbagai ukuran, tetapi mayoritas dihuni ukuran besar atau sekitar 20 cm keatas, tetapi tidak menutup kemungkinan, ukuran 15 cm juga akan mengalami peningkatan permintaan, semua itu tergantung order konsumen, khususnya di kota-kota besar, seperti Surabaya.
Sudah dilihat 90 kali

Komentar