Siti Konyoh Menggoyang Menoreh Dengan Senam Angguk

34090 medium post 42750 a31e0415 9d2c 413a 8d39 e452eb2e8a7c 2018 09 28t21 23 57.079 07 00 34091 medium post 42750 436fe588 27d9 449a 9a7e fe599222986a 2018 09 28t21 23 58.068 07 00 34092 medium post 42750 53d860c9 0950 4cac 9603 b840be7372d2 2018 09 28t21 23 58.775 07 00 34093 medium post 42750 436cae32 85dc 4617 9ffa bea50a52a8f2 2018 09 28t21 23 59.453 07 00 34100 medium post 42750 4ab08c2d 6611 4c21 83b6 f7604c465425 2018 09 28t22 01 30.151 07 00
Siti Konyoh adalah nama yang cukup di kenal oleh banyak orang di perbukitan menoreh yang meliputi wilayah administratif Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo di Kabupaten Kulon Progo dan di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Dikenal sebagai perempuan muda yang riang, gesit dan suka berkegiatan sosial kemasyarakatan terutama sebagai instruktur senam. Jenis senam yang membuat dia populer adalah senam khas Kulon Progo yaitu senam angguk. Hasil kombinasi aerobik dengan musik, lagu dan gerakan tarian angguk. Perempuan yang lahir pada tahun 1983 ini pertama kali mengenal senam pada Kegiatan Indonesia sehat untuk Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) di lingkungan Desa Kebonharjo. Sejak tahun 2011 terlibat mengkoordinir di tingkat Kecamatan, hingga menjadi juara pada tahun 2013.
Pada lomba ditingkat Kabupaten kami mengunakan kostum tari angguk dan mampu menarik perhatian banyak orang, ungkapnya dengan penuh semangat. Salah satu yang tertarik adalah Sanggar Senam Segar yang berada di Jln. Monumen Jogja Kembali, Yogyakarta. Atas kegigihan dalam berlatih bersama rekannya Ibu Sri Johariyah dan Lilis suryaningsih akhirnya mampu ikut lomba di tingkat nasional pada tahun 2013 di Jakarta. Hasilnya mampu meraih juara 4 nasional.
Konyoh yang bernama lengkap Siti Rusmini dalam kesehariannya sebagai pedagang sayur keliling dan bersama suaminya Didik Sunaryo dan dua orang buah hatinya Andika Bagus K dan Silviana memilki warung kelontong di kawasan pasar tradisional Bendo Desa Kebonharjo.
Kegiatan dalam bidang Seni yang digeluti salah satunya adalah seni drama kethoprak. Meskipun baru pada tahun 2016 bergabung, sudah 6 kali pentas. Dia menjadi harapan baru seniman di desa, karena seni kethoprak sudah tidak diminati oleh kaum muda desa. Selain itu dia juga mengabdikan diri sebagai relawan di Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kebonharjo.
Dengan berbagai kegiatan tersebut menjadi memiliki banyak wawasan, meskipun pekerjaan rumah tangga kurang maksimal, untungnya didukungan oleh suami saya, jawabnya sambil tersenyum mengakhiri obrolan kami.
Sudah dilihat 79 kali

Komentar