SISWI DARI SMK MULIA HATI INSANI MENJADI DUTA KONTINGEN LEBAK

69874 medium post 73744 30e67a81 8654 4235 b65e 6de92e94eaea 2019 08 15t07 59 04.182 07 00
LEBAK – Santi Riani siswi kelas X Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Mulia Hati Insani (MHI) berhasil menorehkan prestasi dengan memperoleh juara satu dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak.
Kepala SMK MHI Warunggunung Acep Mukti mengatakan, selain Santi Riani terdapat 3 siswa lainnya yang telah mengharumkan nama sekolah di perlombaan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar oleh Kemenag Lebak.
“Tentunya pihak sekolah bangga atas prestasi yang dicapai di lomba PAI Kemenag Lebak,” Kepala SMK MHI Warunggunung, Ujar Acep Mukti, Rabu (14/8/2019).
Sambung Acep, pihak sekolah akan memaksimalkan bakat yang dimiliki oleh siswa-siswinya, dengan menembuskan para siswa-siswi berprestasi tersebut di perlombaan tingkat selanjutnya. Seperti Santi Riani yang saat telah disiapkan menjadi duta kontingen Kabupaten Lebak dilomba PAI Kanwil Kemenag Provinsi Banten.
“Kita akan memaksimalkan peluang ini, pihak sekolah akan terus mengasah kemampuan Santi Riani lewat tangan dingin pimpinan pondok pesantren yatama MHI,” katanya.
Ia berharap, dengan majunya Santi Riani yang menjadi duta kontingen Kabupaten Lebak dalam lomba PAI Kanwil Kemenag Banten dapat mendongkrak semangat siswa-siswi lainnya agar terus menyalurkan bakatnya.
“Mohon doanya kepada semua warga Lebak, mudahan-mudahan Santi Riani dapat menjadi juara 1 MTQ putri di lomba PAI Kanwil Kemenag Provinsi Banten dan Yayasan Mulia Hati Insani bisa mencetak dai-dai dan qori-qori di Kabupaten Lebak, dengan mondok di pesantren yang didirikan Bapak Mulyadi Jayabaya,” katanya.
Sementara itu, siswi MHI Juara 1 lomba MTQ Putri, Santi Riani mengaku senang dan bangga bisa mengharumkan nama sekolah dan pesantren dimana ia belajar dan mondok.
“Sudah empat tahun, saya belajar dan mondok di sekolah yang didirikan bapak Mulyadi Jayabaya. Disini saya mengaji alquran, muhadaroh atau belajar pidato, ilmu fiqih, nahwu dan shorof, dan terus belajar guna menjadi anak sholeh yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya #Atmagobanten
Sudah dilihat 20 kali

Komentar