SISWA SMK 2 KURIPAN CIPTAKAN ALAT BANTU PROTOKOL COVID19

2 0 123
Gambar untuk SISWA SMK 2 KURIPAN CIPTAKAN ALAT BANTU PROTOKOL COVID19
Di tengah situasi pendidikan yang cukup mengkhawatirkan diakibatkan pandemi covid19, Kreatifitas para siswa SMK 2 KURIPAN perlu diacungkan jempol. Dalam kondisi dimana dunia pendidikan sedang bersedih, sekolah sekolah terlihat sepi akibat Corona, ide brilian dari para siswa tersebut muncul. Mereka mencoba membuat alat bantu untuk mempermudah penerapan protokol bagi masyarakat, khususnya pendidikan.

Alat bantu tersebut direncanakan oleh pihak SMK 2 Kuripan untuk digunakan nanti pada saat pembelajaran tatap muka diperbolehkan.

Guru pembina Teknologi Tepat Guna (TTG) SMK 2 Kuripan , Idham menyatakan ide ini muncul selain untuk mengikuti lomba inovasi di Kemenpan RB tapi yang paling utama adalah wujud kepedulian para siswa dengan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi. "Ingin memudahkan penerapan protokol kesehatan di sekolah supaya anak anak nyaman dan aman masuk sekolah,":imbuhnya.

Ide tersebut muncul saat "lockdown" di masa pandemi. di setiap kampung, dusun, dan desa di setiap gerbangnya terdapat handsanitizer dan palang pintu manual. Ini malah dinilai sangat rentan penularan. Lalu muncullah dibenaknya untuk membuat alat otomatis.

Selang beberapa waktu tiga alatpun mulai dibuat. Yakni handwash, dan portal palang pintu serta handsanitizer sensor. Rancangan pun dibuat bersama para siswa.

Pola kerja alat ini, mulaindari siswa atau tamu masuk ke sekolah, dicek suhu tubuh dulu di depan pintu gerbang sekolah. Kemudian mencuci tangan dengan alat cuci tangan otomatis. " mereka cuci tangan cukup dengan mengarahkan tangan ke alat tersebut jarak 10 cm dengan sendirinya air di ember akan keluar. Setelah cuci tangan, siswa dan tamu belum bisa begitu saja masuk ke ruangan belajar atau laboratorium karena merekam dihentikan oleh palang otomatis. Palang tsb akan terbuka setelah para siswa dan tamu menggunakan handsanitizer otomatis yang menggunakan sensor.

Alat ini nantinya akan dijual jika banyak yang memesan. Harga jualnya direncanakan kisaran 3,5 juta per paket.

Apresiasi tinggi tentu harus kita berikan ke para siswa yang telah membuat alat yang tentu berguna bagi masyarakat. Semoga bermunculan ide ide kreatif dari para generasi kita.

#Wargalawancovid19
#Madanicovid19

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Hal Loker

    yoga libiya  di  Setiabudi, Jakarta Selatan  |  12 Jan 2021
  2. PMI Kota Bandung Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Rudi S  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  10 Jan 2021
  3. PMI Kota Bandung Kembali Mengirimkan Relawan ke Bencana Longsor Sumedang

    KSR PMI Kota Bandung  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  11 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 12
    Komentar

    KSR PMI KOTA BANDUNG GELAR PELATIHAN JURNALISTIK DASAR

    dede adi sukmana  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  10 Jan 2021
  2. 8
    Komentar

    PMI Kota Bandung Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik

    Annisa Qurrotu Ainy  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  10 Jan 2021
  3. 7
    Komentar

    PMI Kota Bandung Kembali Mengirimkan Relawan ke Bencana Longsor Sumedang

    KSR PMI Kota Bandung  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  11 Jan 2021
  4. 6
    Komentar

    Hal Loker

    yoga libiya  di  Setiabudi, Jakarta Selatan  |  12 Jan 2021