Simsalabim ! Sampah Plastiknya Hilang !

54954 medium post 61028 aa7031cc 18a9 4b46 8756 06fed708f958 2019 03 22t04 59 22.565 07 00 54955 medium post 61028 78217886 b4f1 4b9d 8aa1 7b388491bddc 2019 03 22t05 00 31.983 07 00 54956 medium post 61028 8a082df2 d696 4328 a262 6ee67488e135 2019 03 22t05 00 37.430 07 00
Salam teman - teman warga, pagi setelah anak - anak berangkat ke sekolah , kegiatan ibu rumah tangga seperti saya biasanya adalah membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang lainnya.

Kali ini saya ingin menceritakan kegiatan saya dalam memilah sampah. Tempat sampah kita kadang masih belum dipisah antara sampah plastik, kertas dan sampah organiknya kan?
Jadi pagi hari saya gunakan waktu saya untuk memilah sampah yang sudah menumpuk di tempatnya.

Untuk sampah kertas biasanya nanti ada tukang rongsok yang datang membeli , jadi saya hanya menaruhnya di sudut gudang bersama koran bekas dan kardus-kardus.
Sampah botol juga banyak diminati para pembeli sampah yang sering datang ke rumah.

Untuk sampah sisa makan dan sayuran saya letakkan di salah satu sudut halaman rumah. Ayam dan burung peliharaan anak - anak akan menyeleksi mana yang masih bisa dikonsumsi dan mana yang akan dibiarkan menjadi pupuk alami tanah kami.

Ada beberapa sampah yang tidak diminati pembeli sampah atau tukang rongsok. Yaitu sampah - sampah plastik yang tidak dapat digunakan lagi. Seperti bungkus mie instan, bungkus Snack, bungkus permen , label plastik , sterofom , sedotan, dan bungkus - bungkus plastik yang lain.

Selama ini kita memaksa alam untuk mencerna sampah - sampah tersebut dan mengakibatkan rusaknya ekosistem dan kelestarian alam kita.
Jujur saya belum lama memulai kebiasaan baik ini , meniru yang dilakukan anak - anak saya di sekolah mereka. Memasukkan sampah - sampah plastik tersebut ke dalam botol plastik bekas. Atau membuat yang sekarang banyak dikenal dengan istilah ecobrick.

Sedikit tentang arti kata ecobrick , berasal dari kata ecology dan brick. Yang bisa kita artikan sebagai bata ramah lingkungan.
Kita harus bangga karena ide ini pembuatannya dicetuskan oleh Ani Himawati perempuan asal Indonesia , dan suaminya Russell Maier pria asal Kanada yang memiliki rasa kepedulian sangat tinggi terhadap sejumlah negara berkembang, di Asia Tenggara khususnya, dalam menghadapi permasalahan sampah plastik.
Dan ide ini dengan cepat tersebar dan dilakukan oleh banyak orang dari berbagai penjuru dunia.

Cara pembuatan ecobrick itu sendiri sangat sederhana, yaitu seperti yang saya tulis diatas.
Melalui botol plastik ukuran 600 ml diisi sekitar 250 gram sampah plastik atau sama dengan 2500 lembar plastik bungkus mie instan.
Sedangkan untuk botol plastik ukuran 1,5 liter dapat diisi sekitar 600 gram atau hampir sama dengan 6000 lembar plastik bungkus mie instan. 
Saya menggunakan contoh bungkus mie instan karena produk tersebut banyak dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia, boleh dikatakan mie instan makanan favorit orang Indonesia . Dan Indonesia menduduki peringkat kedua pengguna mie instan setelah Cina yang menduduki peringkat pertama.

Bukankah ini solusi yang mulia untuk sampah kita? Tanpa membakar dan membuangnya ke sungai yang mengakibatkan terbunuhnya banyak mahluk air yang sangat berguna untuk kehidupan kita.
Hanya dengan sedikit meluangkan waktu kita bisa menyelamatkan anak cucu kita dari timbunan sampah plastik.

Proses saya dalam membuat ecobrick diantaranya:
1. Memastikan botol yang akan digunakan bersih dan kering.
2. Memastikan sampah plastik yang akan dimampatkan bersih dan kering.
3. Memotong kecil - kecil sampah plastik supaya mudah dimasukkan botol.
4. Setiap menambahkan sampah saya menekannya dengan menggunakan tongkat dari kayu. Jangan lupa bilang simsalabim ya! Karena kita sedang menyulap sampah kita menjadi barang yang lebih berharga. Maaf saya bercanda.
5. Isi terus sampai penuh dan padat.
Sampah harus bersih supaya tidak ada proses pembusukan di dalam botol.
Ecobrick yang siap diaplikasikan dalam berbagai manfaat adalah yang sudah sungguh - sungguh padat. Cara memastikan kepadatannya dengan cara menginjak ecobrick . Jika botol sudah tidak bisa penyok atau kempes, terasa keras merata dan tidak mengeluarkan suara artinya ecobrick siap dipakai.
Mudah kan?

Semoga teman warga yang membaca tulisan saya ini tergerak hatinya dan turut membuat ecobrick. Karena Ecobrick menjaga bahan-bahan plastik tersebut tidak melepaskan CO2 yang pada akhirnya akan menyumbang pemanasan global.

Selamat memulai kebiasaan baik!




Sudah dilihat 84 kali

Komentar