Serunya Kemah Ceria Sambil Mencintai Alam Di Curug Semirang Ungaran

22558 medium img 9342
22559 medium img 9467
22560 medium img20180303153612
Haaaiiii semuanyaaa.....
Adakah yang disini pernah ikut kemah? wah pasti hampir semua ngejawab pernah kemah, secara dari SD, SMP, SMA kita memiliki kewajiban ikut kemah. Percaya atau nggak, aku baru 2 kali ngerasain namanya kemah karena satu dna lain hal, yaitu waktu SMA dan kemaren waktu diajakin kemah ceria.

Padahal kalo kita baca baca dan mikir mikir, ternyata banyak banget manfaat dari kemah apalagi kalo kemahnya di tempat yang alamnya masih alami, hijau dan bersih. Manfaatnya tuh ya, bisa mengusir stress kita, bikin kita bahagia, terus mendapat kesegaran baik jiwa maupun raga dan pada akhirnya itu bisa biki kita lebih sehat. Dan buat kecantikan nih, udara gunung yang masih segar dan air nya yang masih alami denger denger bisa bikin kulit menjadi bagus loh. hihihi
Nah, sekarang aku mau cerita ke pengalamanku kemah kemarin. Jadi pada tanggal 3-4 Maret Mercy Corps Indonesia mengadakan acara Kemah Ceria Das Garang di Curug Semirang desa Gogik Kab. Semarang. Kemah ceria sendiri merupakan bagian dari program GRP-Transform program pengelolaan resiko banjir lintas wilayah di kota Semarang dan Kabupaten Semarang yang merupakan hasil kerja sama dari Mercy Corps Indonesia, Atma Connect, ESG dan Karang Taruna desa Gogik. Pada kemah ceria kali ini, Mercy corps mengundang generasi muda dari aktivis lingkungan, blogger, karang taruna dan masih banyak lagi. Hal itu dikarenakan generasi muda merupakan aktor utama dalam pelestarian lingkungan.

Mau tau keseruan kemah ceria seperti apa, Let's Check this out....

Day 1

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam an dari Semarang ke Ungaran, aku dan teman teman peserta Kemah ceria dari kota Semarang sampai di Curug Semirang desa Gogik. Setelah melakukan registrasi peserta kami dipersilahkan untuk beristirahat sebelum makan malam bersama dan malam puncak. Tentu saja kesempatan istirahat ini aku gunakan untuk menikmati keindahan tempat itu. Disamping tenda untuk perempuan mengalir sungai kecil dari curug Semirang dengan air nya yang jernih dan bersih, saking bersihnya aku tak menemukan satupun sampah plastik. Tenda kami sendiri berada di bawah pohon pinus yang tingginya mungkin sekitar 20meter an. woaahh...bisa dibayangkan dong kerennya gimana. Tenda kami pun langsung menghadap panggung tempat acara acara yang nantinya akan berlangsung.

Tepat jam 7 malam kami duduk lesehan di depan panggung untuk makan malam. Makan malam nya terasa spesial karena beralaskan daun pisang dan makan bersama sama.

Setelah makan malam kami menyaksikan penampilan dari Sore Tenggelam, dilanjutkan dengan presentasi dari "Sampah Muda". Setelah presentasi ada pertunjukan drama yang berjudul "Goro goro roro" atau dalam bahasa indonesia yang berarti "Gara gara Roro". Penampilan ini ditampilkan oleh ibu ibu PKK dari desa gogik. Hal yang dapat aku ambil dari pementasan ini ialah jangan pernah terbuai dengan harta, benda materi hingga mengorbankan kelestarian alam kita. Karena jika kita mengabaikan kelestarian alam, maka akan terjadi bencana dan harta benda kita akan lenyap. Setelah penampilan drama, ibu ibu PKK desa gogik juga menampilkan pentas tari yang biasa ditarikan saat ada panen raya

Selain penampilan tadi, juga ada penampilan dari wayang tenda. Wayang yang dimainkan dari dalam tenda ini sukses mengocok perut kami, walaupun begitu kami tetap dapat memetik pelajaran yang terkandung dalam pementasan tersebut. Yaitu adanya mitos mitos dan takhayul yang sering kita remehkan, sebenarnya didalam nya terkandung banyak pesan yang baik bagi kita, salah satunya ialah agar kita terus menjaga lingkungan kita. Sekitar pukul 22.00 acara malam puncak ini berakhir, lalu kami pun pergi tidur untuk menyambut acara selanjutnya.

DAY 2

Di hari ke-2 ini setelah selesai sarapan, kami pun berangkat menuju ke lokasi outbond. Karena lokasi antara perkemahan dan lokasi outbond tidak terlalu jauh, kami berjalan kaki sambil menikmati pemandangan yang masih hijau dan asri. Sesampainya di tempat outbond, kami memainkan games konsentrasi dan aku adalah salah satu pemenangnya. yeeaayy.....Thanks to "bobok nyenyak". hihihi

Setelah permainan konsentrasi, kami ke 33 peserta dibagi menjadi 3 tim outbond. Yaitu tim Gede, tim Das, dan tim Anak panah. Aku sendiri masuk ke tim anak panah. Disini masing masing tim secara bergiliram memainkan games yang sudah dipesiapkan, dari games games ini kami banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga seperti kerja sama tim, simpati dan empati terhadap orang lain, percaya pada leader yang sudah dipilih bersama, serta melakukan evaluasi apabila rencana dan strategi yang kita susun gagal, dan masih banyak lainnya. Ternyata pelajaran pelajaran itu sangat diperlukan loh saat kita menjadi relawan.

Selesai outbond, kami kembali ke tempat perkemahan. Disana kami menikmati snack yang telah disediakan sambil mengikuti acara. Pertama kami disuguhi tari soyong yang sangat kental akan tradisi dan budaya kita.

Setelah pertunjukan tari soyong, acara dilanjutkan dengan peluncuran serta pengenalan Aplikasi AtmaGo yang diluncurkan oleh Atma Connect.

Nah setelah peluncuran Aplikasi AtmaGo berakhir, berakhir pula rangkaian kemah ceria 2018 kali ini. Setelah itu kami berkemas dan pulang ke rumah masing masing. Banyak sekali kesan dan kenangan yang menyenangkan setelah mengikuti Kemah Ceria ini. Selain itu aku juga jadi belajar untk lebih peduli dan mencintai alam sekitarku yang sudah memberikan banyak manfaat.

Aku juga berharap untuk teman teman semua untuk lebih peduli dan menjaga alam dan lingkungan kita ini. Jika alam kita hancurkan sekarang, apalagi yang akan kita wariskan pada anak cucu kita.

Komentar