Sering Makan Makanan Berminyak? 6 Akibat Ini Tak Bisa Disepelekan!

26760 medium post 35948 0318df51 b5a3 4b5c 9f8f 01f49d1e472c 2018 06 15t04 38 03.885 07 00


Anda mungkin sering merasa tak berdaya untuk menahan godaan menikmati makanan berminyak. Ya, meski Anda sudah tahu bahwa makanan tersebut bukan pilihan makanan sehat, tetap saja sulit menolak godaan tersebut. Karena mengandung kadar lemak yang tinggi, makanan berminyak bisa merusak kesehatan dengan berbagai cara. Ketahui apa saja akibat dari keseringan makan makanan berminyak di bawah ini. 

Bahaya terlalu banyak makan makanan berminyak

1. Gangguan sistem pencernaan

Saat Anda makan-makanan berminyak seperti gorengan, jumlah minyak yang berlebih akan memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Di antara nutrisi lainnya seperti karbohidrat dan protein, lemaklah yang paling lambat untuk dicerna dan memerlukan enzim untuk memecahnya.

Nah, hal ini akan membuat sistem pencernaan Anda bekerja lebih berat untuk memecah lemak yang berasal dari makanan berminyak tersebut. Gejala yang paling umum saat seseorang mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan berminyak adalah sakit perut dan diare.

2. Merusak bakteri baik di usus

Saat ini sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa apa yang Anda makan akan memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam usus Anda. Di dalam usus terdapat bakteri baik yang dikenal dengan mikrobioma. Fungsinya adalah menjaga kekebalan tubuh (sistem imun). Nah, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak, hal tersebut akan merusak bakteri baik di dalam usus Anda. Tentu akibatnya adalah sistem imun melemah. 

Jika Anda ingin mengonsumsi makanan berminyak, pilihlah makanan berminyak yang mengandung lemak sehat dan bergizi seperti alpukat, ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, atau mentega (bukan margarin).

3. Memicu munculnya jerawat

Anda memang tidak akan langsung jerawatan setelah mengonsumsi gorengan dan makanan lainnya yang banyak mengandung minyak. Meski begitu, sebagian besar jerawat bisa terjadi akibat ketidakseimbagan hormon dan/ atau ketidakseimbangan bakteri di dalam usus sehingga makanan berminyak sangat memungkinkan memicu tumbuhnya jerawat.

Selain itu, makanan berminyak juga dapat membuat kelenjar minyak di kulit memproduksi lebih banyak minyak. Nah, tambahan minyak ini yang nantinya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan jerawat. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki satu dua jerawat di wajah, makanan berminyak juga dapat meningkatkan peradangan. Akibatnya, ini akan membuat jerawat yang sudah ada di wajah Anda makin bertambah parah.

4. Meningkatkan risiko obesitas

Makanan tinggi lemak biasanya juga tinggi kalori, karena satu gram lemak setara dengan 9 kalori. Jadi, satu sendok teh minyak gorengan dapat diperkirakan menyumbang sekitar 45 kalori. Jika Anda rutin mengonsumsi makanan yang digoreng, bukan tidak mungkin lama kelamaan berat badan Anda akan bertambah.

Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko pada sebagian besar penyakit degeneratif, ini berarti jika berat badan Anda lebih dari normal maka risiko Anda untuk menderita penyakit lain juga meningkat.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes

Jika Anda keseringan mengonsumsi makanan yang mengandung minyak, kemungkinan terbesar Anda akan berisiko lebih besar terkena penyakit kronis, terutama penyakit jantung dan diabetes. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan jangka panjang oleh para periset di Harvard T.H. Chan School of Public Health, kepada 100.000 orang pria dan wanita selama 25 tahun.

Dari penelitian tersebut para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan gorengan sebanyak 4-6 kali seminggu memiliki risiko hingga 39 persen untuk terkena diabetes tipe 2 dan 23 persen terkena penyakit jantung dibandingkan dengan yang makan gorengan sekali seminggu.

Sementara bagi mereka yang makan gorengan tujuh kali atau lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko mengalami penyakit diabetes hingga 55 persen.

6. Meningkatkan risiko kanker

Pola makan yang tinggi lemak dan minyak tidak hanya berperan terhadap obesitas dan penyakit jantung, tetapi juga meningkatkan risiko kanker payudara, kanker usus besar atau kanker paru.

Meskipun sampai saat ini para peneliti masih terus mengembangkan riset untuk memastikan hubungan tersebut, National Cancer Institute menyarankan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari 10 persen kalori Anda dari lemak jenuh setiap hari dan sebisa mungkin untuk menghilangkan lemak trans dari makanan yang Anda konsumsi setiap hari untuk mengurangi risiko kanker.

hellosehat. com

Komentar