Seribu Batu Songgolangit, Surga Tersembunyi di Kabupaten Bantul

66769 medium post 71242 3a887d1d e248 4e6a a112 ad0f3252c4bc 2019 07 15t09 29 27.550 07 00 66771 medium post 71242 cfcf32f5 219d 4794 b393 1646788f02b6 2019 07 15t09 29 50.407 07 00 66770 medium post 71242 4b5f327a 828c 429f 8782 c31c742307ec 2019 07 15t09 29 41.155 07 00 66772 medium post 71242 cb35e4e5 6441 4385 84a5 7942227e366f 2019 07 15t09 29 57.386 07 00 66773 medium post 71242 8c5670bf e4b4 42e8 8c49 92c1e6500590 2019 07 15t09 30 06.355 07 00
[Bantul] Dlingo, Kabupaten Bantul, memang terkenal dengan daerah pegunungan dan wisata hutan pinusnya yang asri. Pecandu fotografi, selebgram, maupun pencinta alam, pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata hutan pinus di sini untuk mendapatkan foto-foto berlatar alam. Dari berbagai destinasi wisata hutan pinus yang ada, terdapat satu diantaranya yang sangat menarik yaitu Seribu Batu Songgolangit.
Seribu Batu Songgolangit merupakan destinasi wisata di Kabupaten Bantul yang baru-baru ini tengah populer. Banyak foto-foto pemandangannya yang beredar di media sosial Instagram, menandakan bahwa wisata pegunungan banyak digemari wisatawan. Terletak di Jl. Hutan Pinus Nganjir, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul, destinasi yang satu ini memang tersembunyi dan berjarak cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta . Pengunjung dari kota dapat menempuh perjalanan selama 40 menit hingga 1 jam, melalui rute Jl. Imogiri Timur –Jl. Makam Raja-raja – Jl. Imogiri-Dlingo – Jl. Hutan Pinus Nganjir.
Wisata ini menawarkan keindahan alam pegunungan Dlingo yang berupa hutan pinus, pemandangan dari atas pegunungan, dan beragam spot foto dengan nama-nama yang unik, seperti Jembatan Jomblo, Rumah Hobbit, Taman Toempah, Rumah Seribu Kayu Negeri Dongeng, dan rumah panggung berbentuk kerucut. Lebih unik lagi, semua bangunan tersebut terbuat dari kayu dengan nuansa tradisional, sehingga terkesan menyatu dengan alam dan ramah lingkungan. Di spot-spot yang Instagramable itu pula pengunjung bebas berswafoto. Selain itu, di area ini juga terdapat wahana flying fox yang bisa dicoba.
Setelah menikmati spot-spot tersebut, pengunjung akan diajak berjalan kaki menuju puncak Songgolangit. Puncak ini jauhnya hampir 1 km, oleh karena itu pengunjung perlu sekali membawa air minum. Sebagian jalan menuju puncak ini sangat menarik, yaitu terbuat dari kayu batangan yang ditata sehingga nampak seperti rel dari kejauhan. Di kawasan hutan juga bisa dirasakan sensasi berpetualang melewati hutan pinus sekaligus mendengarkan kicau burung yang bersahutan dari atas pohon. Menuju puncak nyatanya tidak selalu melewati jalan menanjak, jadi pengunjung tidak perlu khawatir. Apalagi di perjalanan disediakan gubuk atau gazebo sebagai pos istirahat. Sementara di beberapa titik, terdapat banyak keranjang sampah yang bertujuan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Pengunjung juga diajak turut menjaga kebersihan hutan agar tetap nyaman sebagai tempat wisata alam.
Perjalanan akan terbayarkan ketika sudah memasuki kawasan puncaknya. Dari sini, pengunjung dapat menikmati hamparan pemandangan dari atas pegunungan disertai angin sejuk yang perlahan mengalir. Tidak kalah dengan spot-spot sebelumnya, di puncak ini juga terdapat berbagai spot foto seperti 2 gardu pandang, rumah kayu yang didesain menyerupai bangunan kincir angin di Belanda, taman bunga, dan beberapa gazebo.
Secara keseluruhan, Seribu Batu Songgolangit ini ditata dengan sangat rapi dan memperhatikan kebutuhan pengunjung. Mulai dari musholla, kedai, toilet, dan tempat sampah disediakan secara memadai. Bahkan di lokasi puncak pun fasilitas tersebut disediakan. Menurut penjelasan Wiratmi (39), salah satu pemilik kedai di sini, wisata alam ini selalu ramai dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara, tua dan muda. Terlebih saat liburan tiba, pengunjung bisa bertambah dua kali lipat. Tempat parkir akan dipenuhi baik sepeda motor, mobil, maupun bus-bus pariwisata. Tiket retribusi memasuki wisata ini juga terjangkau, yaitu Rp 3.000,- per orang. Sementara biaya parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil, dan Rp 20.000 untuk bus pariwisata. Meskipun terbilang terjangkau, pengunjung haruslah tetap bersikap ramah dan menghormati, baik kepada pengunjung lainnya maupun kepada alam. [rh] #AtmaGoEPiQUE
Sudah dilihat 76 kali

Komentar