Serba-serbi Ramadhan: Jangan Minum Teh Saat Makan Nasi dan Lauknya

25626 medium 594037 620


Siapa yang tidak tergoda dengan kesegaran teh atau es teh terutama saat berbuka puasa.
Namun, tahukan anda jika mjnuman tersebut tidak disarankan oleh pafa ahli unuk menemaninkita saat makan besar atau berat biasanya berupa makanan utama kita yang terdiri atas nasi, sayur, dan lauk-pauknya.

Dokter spesialis anak, Yoga Devaira, mengatakan sebaiknya ubah kebiasaan minum teh saat makan berat. "Daripada minum teh, sebaiknya minum air putih saja," katanya dalam acara "Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja: Menuju Generasi Tinggi, Cerdas, dan Berprestasi" di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Yoga mengatakan teh mengandung fitat (phytate). Zat itu dapat mengganggu penyerapan mineral, seperti kalsium dan zat besi. Dalam makanan, kata dia, terdapat kalsium dan zat besi yang diharapkan bisa terserap tubuh. "Tapi, bukannya mineral dan zat besi itu terserap, justru diikat sama zat fitat pada teh ini. Setelah diikat, mineral dan zat besi bukannya terserap, namun ikut ke saluran pencernaan, seperti lambung, dan akhirnya terbuang lagi dari tubuh," ujarnya.


Zat fitat sebenarnya tidak hanya berada dalam teh, tapi juga pada kopi. Namun kebanyakan anak dan remaja lebih memilih teh daripada kopi sebagai teman makan. "Padahal anak remaja sangat membutuhkan asupan zat besi dan kalsium untuk pertumbuhannya," ucap Yoga.

"Saat makan bayam beranggapan zat besi di dalamnya bisa diserap tubuh. Namun, karena minum teh, ya, cuma lewat saja. Zat besi tersebut tidak masuk ke dalam tubuh," tuturnya.

Bila Anda sangat menyukai teh, ada baiknya minuman itu dikonsumsi dua jam sesudah makan. Pada saat itu, proses penyerapan makan sudah selesai. "Dan ingat, ya, minum teh sebaiknya tanpa gula untuk mendapatkan manfaat baik dari teh," kata Yoga. Semoga bermanfaat. Ayo share beragam info sehat lainnya, di AtmaGo, warga bantu warga.

(tempo.co)
Sudah dilihat 54 kali

Komentar