Sepi Penumpang, Trans Anggrek Perlu Dievaluasi

12435 medium data


Tidak selamanya program pemerintah disambut hangat oleh masyarakat, meskipun program tersebut diperuntukkan bagi kemudahan akses mayarakat. Salah satunya dibidang transportasi. Hal ini terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel).

Sarana transportasi massal yang diluncurkan Pemkot Tangerang Selatan, Trans Anggrek, hingga kini masih sepi penumpang. 

Padahal, biaya yang digelontorkan pemerintah untuk penyediaan dan pengoperasian bus ini tidaklah sedikit. Keberadaan bus ini pun dianggap mubazir. 

Trans Anggrek waktu itu diperkenalkan langsung kepada masyarakat oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada medio Mei 2015. 

Trans Anggerak bertujuan untuk menjadi  transportasi massal yang menghubungkan seluruh stasiun kereta api di Kota Tangerang Selatan dan terintegrasi ke Bandara Soekarno-Hatta. Nyatanya, hal itu belum terlaksana hingga kini.

Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi TRUTH (Tangerang Public Transparency Watch) Jupri Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/5/2017) mengatakan, anggaran yang dikeluarkan Pemkot Tangsel untuk operasional satu unit Bus Trans Anggrek pada tahun 2016  sebesar 1,25 Miliar. Jika dikalikan lima bus, maka total yang keluar dari APBD adalah sebesar 6,25 Miliar.

“Anggaran sebesar itu terlalu mubazir melihat tiap kali Trans Anggrek melintas gak ada penumpangya sama sekali,” kata Jupri. 

Berdasarkan catatan TRUTH, Trans Anggrek selalu terlihat sepi sejak awal 2016 hingga hari ini. 

Menurut Jupri, keberadaan Trans Anggrek perlu dievaluasi. Anggaran sebesar Rp 6,25 Miliar, dinilai Jupri, semestinya bisa dialihkan  untuk kebutuhan lain, seperti Bantuan Opersional Sekolah Daerah (BOSDA) Sekolah Dasar. 

“ Kalau di alihkan buat dana BOSDA itu bisa untuk membiayai 13.000 Siswa SD di Tangsel” Ungkap Mantan Ketua HMI Pamulang ini.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Sukanta belum menjawab panggilan dan pesan singkat.

Semoga permerintah setempat melakukan evaluasi yang lebih obyektif dalam menguak apa yang menjadi penyebab sepinya Trans Anggrek. Jika memang masih bisa dibehani, akan segera ada solusi. Jika tidak, bisa segera dialihkan ke program lain yang lebih sesuai kebutuhan.

Disarikan dari tangerangnews.com
Sudah dilihat 166 kali

Komentar