Sepenggal Kisah Mbah Elizer Mardiwiyono

23 September 2019, 18:11 WIB
2 0 126
Gambar untuk Sepenggal Kisah Mbah Elizer Mardiwiyono
Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dusun Gowok mengenal sosok seorang kakek bernama Mbah Mardi Ezer (80 th) sapaan akrabnya. Meski sudah tua namun beliau masih terlihat sehat. Pandangan matanya sesekali masih tajam melihat siapa yang ada didepannya, dan pendengarannya pun masih baik mendengar.

Saat ini mbah Mardi Ezer tinggal bersama sang istri tercinta berikut anak dan cucu cicitnya. Penulis sedikit akan bertanya mengenai kisah hidupnya dikala masih remaja. Menurut cerita beberapa warga yang usia sebaya dengan beliau, bahwa pada masa mudanya dulu ia pernah diterkam harimau...wah ngeri juga ya gues, kaya difilm saja...hehe...

Menurut cerita tokoh tetua warga dusun Gowok bahwa satwa buas itu dulu memang pernah ada dan tinggal di sekitar lingkungan dusun gowok. Bahkan dahulu katanya sudah biasa mereka ketemu dan melihat binatang buas itu. Lalu benarkah cerita itu nyata atau hanya sebuah khayalan yang menjadi mitos saja. Mari kita simak penuturan Mbah Mardi Ezer bersama atmaGo.com. Senin, 23 September 2019.

1. atmaGo : menurut cerita mbah Mardi Ezer dulu katanya pernah diterkam harimau, benar tidak itu mbah ?

Mbah Mardi : O iya memang benar, saya pernah diterkam harimau.

2. atmaGo : Kapan kejadianya itu mbah ? Trus luka-lukanya bagaimana ?

Mbah Mardi Ezer : Saat itu saya sedang mencari rumput untuk pakan ternak kambing di ladang (alas karang) sebelah utara kalen gondosuli. Atau sekarang barat jembatan prangkokan-gowok. Saya ingat waktu itu kira-kira tengah hari dan musim kemarau. Saya saat itu masih umur belasan tahun. Pokoknya saya masih muda. Belum sekolah. Kira-kira tahun 1945an atau berapa, saya tidak ingat pastinya. Saat itu saya sedang jongkok merumput tiba-tiba dari arah samping kiri, saya diterkam harimau. Waktu itu saya memang sudah melihat harimau itu sebelumnya. Tapi saya biarkan, soalnya pada waktu itu harimau tidak akan bermusuhan dengan kita, pikir saya. Tetapi kenyataan tidak seperti yang saya bayangkan. Waktu itu tubuh saya penuh luka cakaran,lengan, bahu saya. Beruntung saya masih selamat. Saya sempat pingsan, ketika siuman saya berusaha merangkak pulang dengan segala sisa-sisa tenaga saya. Lalu saya tahu-tahu sudah sampai rumah. Tidak tahu siapa yang menolong. Tidak ingat lagi. Mungkin saya stress berat atau trauma kalau bahasa sekarang. Waktu itu luka-luka saya hanya diobati dengan daun manding yang dikunyah lalu dioleskan di atas luka-lukanya. Tidak dibawa ke rumah sakit. Jaman dulu rumah sakit adanya hanya dikota. Saya dirawat oleh orang tua saya dengan dengan obat tradisional.

3. atmaGo : Berarti sebelum kejadian itu, sebenarnya harimau itu sudah ada dan hidup dengan masyarakat dusun Gowok ya mbah ? Harimau seperti apa jenisnya ? Apa penyebab menerkam padahal katanya dulu tidak pernah bermusuhan dengan warga ?

Mbah Mardi : Memang benar harimau itu dulu tempat tinggalnya di goa damping. Di bukit batu karst sebelah utara rumah saya ini. Dan waktu saya kecil pernah melihat harimau itu pada siang hari keluar dari goa untuk tidur diatas batu-batu padas tersebut. Saking biasanya berinteraksi dengan manusia sehingga tidak terjadi apa-apa. Meski kita lewat didekatnya harimau itu tidak akan menyakiti. Harimau itu jenisnya berbulu coklat dengan loreng-loreng hitam melingkar ke bawah. Kalau itu sekarang namanya harimau jawa.

Konon ada seekor harimau yang masuk ke dalam rumah warga yang bernama Bpk. Wirorejo. Waktu itu didalam rumah itu ada seorang bayi (Ginem) sekarang masih hidup. Nah bayi itu ditaruh di atas kain jarik yang dikaitkan dengan tiang rumah. Kalo sekarang namanya di gandul-gandulke ben iso disambi kerja. Nah harimau itu mendekati bayi tersebut dan menjilatinya. Hal tersebut diketahui Ny. Wirorejo. Mungkin dia pikir harimau tersebut mau memakan bayi itu. Sehingga Ia berusaha mengusirnya. Tetapi harimau itu justru tidak pergi, ketika diusir malah melompat ke pogo (tempat piring dari bambu/kayu). Mungkin Ny. Wirorejo marah karena harimau berani masuk rumah. Sehingga ada sebuah proses intimidasi dan fitnah ke harimau itu secara pribadi kepada tokoh masyarakat untuk membasmi harimau-harimau. Sejak kejadian itu harimau di wilayah ini diburu habis-habisan. Bahkan konon katanya setelah harimau banyak yang diburu. Harimau dari berbagai penjuru tempat lain berdatangan. Ada yang mendatangi rumah seseorang yang terlibat dalam perburuan harimau itu. Mungkin karena sebab diatas itu saya diterkam harimau. Mereka marah dan membalas atas perlakuan sebagian orang atas dirinya. Saya juga pernah mendengar cerita mistis bahwa sejak harimau diburu dan dibunuh, si raja harimau itu muncul dan mengutuk. Tapi entah benar atau tidak soal itu. Walahu alam...demikian tutur Mbah Mardi Ezer menutup ceritanya.

#gowokdesakebonharjo

  Komentar untuk Sepenggal Kisah Mbah Elizer Mardiwiyono

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
48 menit

Loker driver

Jainudiaja  di  Senen, Jakarta Pusat
Berita Warga
3 jam

Mengenal Novel Coronavirus

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Tanjung Priok, Jakarta Utara

Terpopuler

  1. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  2. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  3. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 8
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020