SEMINAR PENDIDIKAN POLITIK PEREMPUAN PW MUSLIMAT NU DIY

54302 medium post 60451 b431892b 84ba 49d0 8cdf 6e2ade132fff 2019 03 18t13 26 34.951 07 00 54304 medium post 60451 adf65599 11e4 4cda 8107 8bb204122ec5 2019 03 18t13 26 39.291 07 00 54303 medium post 60451 17299aa2 a483 446f 89f4 b91e07f0a329 2019 03 18t13 26 36.302 07 00
Yogyakarta, atmaGo

Dalam rangka Harlah Muslimat NU ke 73 PW Muslimat NU DIY mengadakan Seminar Pendidikan Politik Perempuan dengan tema Pemberdayaan Perempuan dan Politik Penguatan Aswaja pada Sabtu, (16/03) di Aula STIE Widya Wiwaha jl. Lowanu Yogyakarta.

Dihadiri Pimpinan Cabang se Daerah Istimewa Yogyakarta diantaranya Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota, seminar ini di narasumberi oleh Zaenuri Ikhsan, S. Ag dan Zudi Muhdhor, M. Hum dengan moderator DR. Sri Harini, S. Ag, M, Si.

Menurut Zaenuri Ikhsan, S. Ag pilihan negara kesatuan yg besistem demokrasi adalah pilihan yang disepakati para founding fathers bangsa ini termasuk para ulama ulama khas NU karena dipandang jauh lebih maslahat sesuai dengan kebutuhan jaman dibanding bentuk dan sistem lainnya.
Gagasan khilafah DIpandang tidak pas dan berbahaya untuk dikembangkan.

Dalam kesempatan kali ini Zudi Muhdhor mrnerangkan bahwa NU adalah jamiyyah terbesar yang suaranya akan banyak dilirik untuk ditarik ke kepentingan kekuasaan.

NU lahir tidak semata berurusan dgn jamiyyah diniyyah tapi juga siyasah, sebagaimana diawal juga ada komite Hijaz lalu masuk dalam parpol.
Dan setelah khittah NU tetap konsisten membawa prinsip politik kebangsaaan.
Di tahun ini NU semakin terlihat cancut tali wondo dalam hal politik dikarenakan demikian gencarnya ancaman terhadap eksistensi paham aswaja dan ideologi bangsa serta bentuk negara..
Masivnya hoax membuat banyak warga nahdhiyyin oleng dalam prinsip keaswajaannya termasuk kehadiran gerakan Khilafah dan NU Garis Lurus.
Harapan Zudi Muhdhor muslimat NU tidak mudah silau dengan kehadiran ustad ustad selebritis dan instan dan jangan meninggalkan ajaran/nasehat Ulama dan Kyai Kyai NU.

Nahdhiyyin termasuk muslimat NU semakin meningkatkan kualitas administrasi.
Kualitas literasi dan silaturahmi agar tetap mengukuhkan manhaj aswaja serta turut serta berperan aktif menjaga politik kebangsaaan serta NKRI.

Sefang maksud kegiatan seminar pendidikan politik perempuan ini Menurut ketua panitia Ni'mah Afiffah, S. Ag adalah agar muslimat NU semakin melek politik dan paham serta ikut aktif dalam bidang politik kebangsaan yang bermanhaj aswaja.
Karena menurutnya paham tentang politik merupakan tantangan Muslimat di era ini.
Maka sangat dibutuhkan peran aktif Muslimat NU untuk menghadapinya tahun Politik ini secara bijak dan berpikir secara positif dalam bingkai mengukuhkan aswaja dan NKRI.(RN)
Sudah dilihat 365 kali

Komentar