SEMANGAT BANGKIT DARI SEORANG DISABILITAS

39183 medium post 46750 16180c54 16cb 48cc 84bb 500ac6190b98 2018 11 16t07 56 24.085 08 00
Mengawali  tulisan ini,penulis ingin mengajak pembaca  menelisik  kisah salah  seorang difabel  yg menjadi korban gempa lombok dan kini telah kembali bangkit .semoga dapat menginspirasi para pembaca.
Ambara,Pria kelahiran  20 Agustus 1983.  Warga Dusun Karang Tunggul,Desa Anyar Kecamatan Bayan,Kabupaten Lombok Utara. Pria dengan penyandang disabilitas (tuna netra)   yg mengantungkan Hidupnya  menjadi  penjual  pulsa elektrik All operator. Tak hanya pulsa handphone yg dijualnya, usahanya juga ia  dibarengi dengan melayani pelanggan yg ingin mengisi token listrik ,bahkan memasang KWH Listrik yang  Baru. Bisnis tersebut telah ia geluti sejak 5 tahun silam dengan problematika pedagang pada umumnya,yakni untung dan  rugi.
Dengan mengandalkan skill alamiahnya. Ambara mengoperasikan Handphone Jadul miliknya dengan sangat lancar . jari jemari ambara  terlihat cekatan dalam  menekan tombol demi tombol huruf yg terdapat   pada keypad handphone monophonic tersebut
Usahanya tak melulu mulus,Tak jarang ia ditipu oleh pelanggannya dengan modus berhutang,lalu hilang tak kunjung dibayar  hingga berbulan - bulan,bahkan tahunan.Dan ketika ia ditipu,ambara hanya menarik nafas  sambil mengelus dada sembari berkata " sabar,mungkin belum rejeki saya" keluhnya.
ia juga  sering salah nomor dalam mengisikan ulang pulsa untuk pelangganggan  yg mengakibatkan harus mengembalikan uang pelanggan tersebut.  " yah,karna saya yg salah,harus sih saya kembalikan uang orang" cetusnya dengan wajah  santai.
bagi anda yg belum mengenalnya akan merasa aneh, bahkan tidak percaya tentang seorang difabel penjajak pulsa yg mampu mengoperasikan alat komunikasi   telpon genggam. Pasti  Akan muncul pertanyaan dibenak anda,"kok bisa tuna netra mainin hape bahkan berjualan pulsa ? ". Dan saya akan menjawab ,"tentu bisa. Sebab,sudah hampir 6 tahun saya bergaul  dan tahu persis kesehariannya. Dia adalah laki - laki pekerja keras,ulet dan tidak gampang menyerah". Namun,pasca gempa bumi yg meluluh lantakan bangunan disekitarnya,bahkan meregang nyawa tetangganya seakan menjadi mimpi terburuk  dalam hidup ambara. Bagaimana tidak,handphone monophonic  yg menjadi sumber penghasilan miliknya juga menjadi korban keganasan gempa 7.0 skala ricther malam itu (red - 5 Agustus  2018). Padahal,Hp tersebut adalah satu - satunya alat pencari nafkah yg dimiliki untuk memenuhi kebutuhannya sehari - hari. Handphone tersebut juga menjadi alat baginya  untuk berkompetisi ditengah derasnya arus persaingan bisnis penjualan pulsa sebelum gempa. Meski demikian,ia tak patah semangat.
Musibah yang dialami tak lantas membuat ambara putus asa,dan terpuruk. Ia tak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan. Ia Mencoba untuk bangkit.Langkah pertama yg ia lakukan adalah mendatangi tukang servis. Dengan diantar menggunakan seperti motor oleh kerabatnya, Ambara segera menyodorkan "hape jadulnya " kepada si tukang servis sehingga terjadilah obrolan singka,kurang  - lebih begini isi percakapan mereka ;
Sebut saja si tukang servis bernama Irul.
Ambara :  "rul,tolong perbaiki hape saya"
Irul : " mana? Coba ku lihat" pinta irul dengan nada penasaran.
Ambara : "ini" bentangan tangan ambara mengarah kedepan wajah irul.
Irul : "astaga,rusak parah nih Am, ( am adalah panggilan akrab untuk ambara) mudah - mudahan saja tidak sampai berimbas ke mesinya" ungkap irul dengan wajah ragu.
Ambara : " semoga " ambara meng - amini irul dengan penuh harap.
iru : " oke dah am,tunggu bentar ya, saya masuk ruang kerja dulu untuk memeriksa hapemu " ujar irul.
Dengan gaya khas  melipat tangan memegangi leher  dengan  kedua tangan (mirip mencekik diri ,gerakan ini biasa ia lakukan ketika gelisah ) sembari duduk diatas kursi tunggu milik irul,ambara nampak tidak sabaran menunggu proses perbaikan yg dilakukan sang tukang servis.
Selang satu jam,irulpun keluar dari ruangan berukuran 2 × 3 ,tempat yg ia gunakan untuk  memperbaiki handphone. Ruangan tersebut biasa ia sebut "ruang kerja". 
Sambil Menggenggam  hape jadul ditangannya,irul berjalan kearah ambara sembari berkata 
" am,ini hapemu sudah jadi,tinggal kamu belikan chasing,semuanya akan kembali seperti semula " ucapnya. Dengan wajah riang,kemudian ambara bangkit  dari tempat duduknya  sembari bertepuk tangan,berjoget bak penari (hal ini ia biasa lalukan ketika sedang girang ) " oho...asyik,mantab" cetusnya. "Sekalian saja gantikan juga chasingnya,masalah ongkos,gampanglah brow" pinta ambara dengan wajah penuh semangat.
Setelah semuanya selesai. Ongkos perbaikanpun  dibayar. Ambara segera menghubungi kecah,salah satu kawannya  untuk minta dijemput. Kecah segera datang dan meminta ambara untuk menaiki motor matic miliknya. Diatas motor,ambara mulai memainkan keypad handphonenya,menghubungi para pelanggannya,memberitahukan mereka kalau hapenya telah pulih dan siap melayani yg ingin mengisi pulsa.
Tak butuh waktu seminggu,perekonomian ambara berangsur pulih. Banyak pelanggan yg mulai menghubunginya meminta disikan ulang pulsa handphone bahkan token listrik. Dari cerita ambara kita dapat memetik pelajaran,bahwa keterbatasan dan bencana tak lantas membuat kita terpuruk dan meratapi Nasib.
Amabara memberikan kita semangat  optimisme untuk bangkit  dan berbuat apa yg bisa kita lakukan secara mandiri tanpa harus berpangku tangan pada orang lain. Ia juga memberikan kita spirit untuk terus melangkah kedepan,menggapai cita - cita yg sempat tertunda karna gempa. tak lagi menoleh kebelakang  dan mengambil hikmah  dari bencana yang melanda kita.
Akhirnya,sambil mengepal tangan,penulis ingin menyeru kepada kita semua, "Ayo bangkit ! Ambara yg mempunyai kekurangan saja bisa,lalu kenapa kita yg masih diberikan indra yg sempurna  ini tidak ? Jawabannya ada pada anda". (Hafidz) #lombokbangkit #lombokbersamatmago
Sudah dilihat 123 kali

Komentar