selamat hari BUMI, jangan lupa menjaganya yah

22 April 2019, 09:42 WIB
2 0 127
Gambar untuk selamat hari BUMI, jangan lupa menjaganya yah
"kamu tau, Indonesia pernah di juluki sebagai surga dunia oleh orang eropa loh, lantaran keasrian dan hijaunya hutan-hutannya".
Kalimat ini pernah saya dengar ketika masuk bangku perkuliahan semester 1 dengan pembelajaran filsapat ilmu. Tidak tau benar atau salah namun jika melihat lebih dekat akan keasrian alam Indonesia tempo doeloe bisa jadi "iya". Mundur lebih dekat lagi di tahun 1990-an, di tempat kelahiran saya, yang sekarang disebut Kampung Babakan kelurahan mustikasari kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi, banyak tempat-tempat dengan suguhan keasrian. Pohon-pohon sejenis kelapa, rambutan, mangga bahkan yang sekarang benar-benar hilang yakni lombe, pohon dengan buah bulat hampir menyerupai anggur merah impor, rasa asam luar biasa, jika masak/tua berwarna hitam, jika belum masak betul berwarna kemerahan, dan jika masih muda berwarna hijau, Banyak tumbuh di pekarangan rumah penduduk. Lebih jelasnya lagi, dahulu di tahun itu rumah-rumah masih bisa dihitung jari, sekalipun ada letaknya berjauhan. Ini dikampung loh, tempat yang jelas bisa dihuni manusia lantaran tidak mengganggu ekosistem alam, bagaimana dengan hutan?. Tentunya lebih asri lagi. Namun sayang.. Beranjak pergantian tahun populasi manusia kian meningkat, sampai-sampai pencanangan Keluarga Berencana kian di genjar, melirik info yang diberikan soharto.co diketahui setelah di sahkan pemerintah pada tanggal 7 September 1968, keluar Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1968 antara lain, untuk membimbing dan mengkoordinasi serta mengawasi segala aspirasi dalam masyarakat di bidang KB, mengusahakan segera terbentuknya suatu badan atau lembaga yang dapat menghimpun segala kegiatan di bidang KB yang terdiri atas unsur­ unsur pemerintah dan masyarakat.
Berdasarkan instruksi tersebut, Menteri Kesra mengeluarkan surat keputusan pada tanggal 11 Oktober 1968, tentang pembentukan tim yang menyiapkan pembentukan suatu lembaga KB dan tanggal 17 Oktober dikeluarkan lagi SK tentang pembentukan Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN) yang tugas pokoknya mewujudkan kesejahteraan sosial, keluarga dan rakyat pada umumnya dengan cara antara lain menjalankan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi usaha-usaha KB dan memberikan saran kepada pemerintah mengenai KB sebagai program naaional. (soeharto.co)
Tidak cukup sampai di situ, transmigrasi dihadirkan pemerintah guna menanggulangi pembengkakan populasi manusia, alhasil kebanyakan dari mereka tinggal di lokasi-lokasi yang seyogyanya bisa menghasilkan perekonomian di bidang pertanian. Salah satu lokasi transmigrasi yang sempat masuk dokumentasi dengan judul SEXY XILER penggarap, Dendy Laksono, dan kawan-kawan adalah kalimantan, di sini awalnya semua terlihat baik-baik saja, warga banyak yang menanam padi, bahkan banyak pohon kelapa, bahkan warga tidak kerepotan mencari air. Namun belakangan diketahui lokasi tersebut malah jadi pemakaman umun lantaran banyak galian-galian dari penggalian batu bara. Alam murka lantaran diperkosa habis-habisan oleh para pengusaha, tapi yang sengsara malah orang-orang yang awalnya sama-sama menjaga kelestariannya.
Berlanjut kasus kebakaran hutan, di tahun 2019 melirik info yang di berikan kompas.com lewat link ini:
https://regional.kompas.com/read/2019/01/12/13091241/kebakaran-hutan-dan-lahan-di-riau-meluas-capai-1085-hektar

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Provinsi Riau meluas. Data Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Riau menunjukkan, lahan yang terbakar telah mencapai 108,5 hektar.
"Terhitung selama 12 hari, tercatat 108,5 hektar kebakaran hutan dan lahan di Riau. Tapi, sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan," ucap Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Sabtu (12/1/2019).
Ini hanya bagian kecil dari penggambaran hutan yang terbakar di indonesia. Yang jadi pertanyaan, apakah bumi sudah mengijinkan paru-parunya di rusak demi kepentingan, lebih tepatnya materi?. Kalau saja banyak orang mengerti jika kemarin bumi sudah murka, lalu hadirnya deretan bencana alam dan manusia bisa menyadarinya, mungkin hutan-hutan masih hijau.
"Tapi apa iya?"
Bagaimanapun juga bumi adalah tempat dimana keberlangsungan makhluk hidup saling bergantung. Istilahnya simbiosis mutualisme. Tidak ada yang akan dirugikan selama yang hidup di sini mengerti dan menghargai bagaimana cara menjaga keberlangsungan bumi agar tetap sehat dan tersenyum, hingga akhirnya banyak kejadian-kejadian keren hadir. Salah satunya Pelangi, kamu kenal kan pelangi? Kalau saya di sini sudah tidak lagi mengenalnya. Tanpa harus di tanya kenapa? Tentu sudah paham bukan jawabannya.
Yuk jaga bumi, kalau tidak bisa menanam pohon, bisa dengan membuang sampah pada tempatnya. Bumi juga harus di jaga, bukan kekasih saja yang dijaga.

Salam AtmaGo.
Hey.. Di aplikasi ini kamu juga bisa loh menulis dan membagi informasi sebanyak mungkin

  Komentar untuk selamat hari BUMI, jangan lupa menjaganya yah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!