SEKOLAH LAPANG #2#

40928 medium img 0616
PERTANIAN KONSERVASI

Setelah seharian (hari pertama) tim mendapatkan penguatan kapasitas tentang Pertanian Konservasi diruang kelas, tentu apa yang didapatkan tidak hanya sekedar pengetahuan sebatas teori. Praktik dan kerja lapangan sebagai penerapan apa yang sudah didapat akan dapat menguji sampai dimana daya serap selama pembelajaran berlangsung. Apakah teori yang didapat bisa diterapkan dilapangan (tengah-tengah kelompok dan masyarakat) sudah sesuai atau teruji dengan apa yang didapat.
Sebagai petugas lapangan tentu selain memiliki pengetahuan secara teoristik harus juga mampu memberikan contoh/praktik nyata semua pembelajaran yang telah diserap dan disampaikannya.

Demplot Pertanian Konservasi dengan lokasi Desa Tanak Beak tepatnya didusun Dasan Agung Kebun Indah merupakan tanah milik ketua KWT “Anugrah Samalas” seluas 7,5 Are dengan peruntukan sebagai berikut : 1,5 Are akan diolah secara konvensional, 3 Are diolah menggunakan sistim alur tanam dan sisanya 3 are lainnya menggunakan pola lubang tanam permanen.
Dari ketiga pola ini diharapkan kelompok tani bisa mengambil perbandingan baik dari segi pertumbuhan tanaman maupun hasil panen.
1. Pengolahan tanah secara sempurna (Konvensional)
cara ini sudah biasa atau sudah lazim dilakukan oleh semua orang pada saat persiapan penananam, dimana tanah di gali dan balik, setelah itu tanah digemburkan dan dibersihkan dari semua sisi-sisa tanaman yang pernah tumbuh di tempat yang kita bersihkan, missal : bekasa daun, akar dan batang-batang kecil yang sudah bercampur dengan tanah.

2. Sistim Alur
Tanah yang akan diolah terlebih dahulu digaris dengan membentangkan tali dari pinggir lahan sebelah kiri/depan menuju ujung lahan sebalah kanan/belakang dengan jarak alur 80 Cm. Pada garis alur, tanah digali selebar 20 cm dengan kedalaman 20 cm. Tanah tidak balik atau diangkat dari galian, cukup digemburkan tanpa harus membersihkan semua sisa tanaman yang ada baik dalam bentang galian maupun dipingggir sepanjang alur.

3. Sistim Lubang Tanam Permanen
- Cara ini memang tampak sedikit rumit dan membutuhkan waktu terutama dalam pembuatan lubang tanah. Begitupun dalam hal persiapan. Lahan harus diukur dan ditandai dengan jarak as (titik tengah) masing-masing sepanjangk 80 cm baik kesamping maupun kedepan. Pada masing-masing tanda digali dengan sisi 40 cm (20 cm dari as) dengan kedalaman 40 cm. tetapi mampu mempertahankan kesuburan tanah selama 5 tahun tanpa pemupukan spenuh.

Kegiatan praktik sekolah lapang ini berlangsung pada hari selasa, 27-11-2018 dari pagi hingga sore hari dengan ceria dan penuh canda dari semua pelaku dilapangan.
Sudah dilihat 28 kali

Komentar