Sekolah Ibu Fasilitasi Ilmu Parenting

35032 medium wisuda
DRAMAGA, AYOBOGOR.COM -- Sebanyak 2.040 peserta Sekolah Ibu angkatan pertama diwisuda oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya di Graha Widya Wisuda (GWW), kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga akhir pekan lalu.

Wisuda sekolah ibu angkatan pertama ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sekolah Ibu Kota Bogor merupakan program sekolah pertama untuk para ibu di Jawa Barat bahkan di Indonesia yang digagas oleh PKK Kota Bogor dan direncanakan diterapkan di seluruh Jawa Barat pada tahun 2019.

Program Sekolah Ibu di mata para pengajar Sekolah Ibu merupakan wadah bagi para ibu di Kota Bogor yang mampu memberikan manfaat dan dampak yang cukup signifikan dalam hal ketahanan keluarga. Seperti yang diungkapkan salah satu tenaga pengajar Sekolah Ibu, Rosmanah (43).

“Dengan adanya Sekolah Ibu, ini seperti memfasilitasi para ibu di Kota Bogor dalam memperoleh ilmu parenting. Metode yang diberikan mencakup kehidupan sehari-hari yang awalnya tidak pernah terpikirkan oleh mereka, diantaranya cara berkomunikasi dengan suami dan anak,” kata Rosmanah.

Berbicara perubahan dan dampaknya, Rosmanah menyebutkan, pada awalnya para peserta Sekolah Ibu belum berani mengungkapkan, namun setelah mendapat materi sekian lama mereka paham cara komunikasi dalam keluarga hingga akhirnya banyak perubahan yang dialami para peserta dan mulai berani mengungkapkan permasalahan mereka.

“Setelah mengikuti Sekolah Ibu mayoritas para peserta yang saya didik mengaku ibadahnya jadi lebih rajin, sama keluarga, suami dan anak jadi lebih sayang. Bahkan ada peserta yang mengaku akan bercerai akhirnya tidak jadi, saya sendiri tidak menyangka,” ujarnya

Bagi para peserta Sekolah Ibu, materi yang diajarkan merupakan hal yang baru bagi mereka. Melalui Sekolah Ibu para peserta dapat meningkatkan ilmu parenting-nya dan paham harus mencari kemana untuk mendapatkannya.

Hal senada disampaikan Teti Maryati (45) asal Kelurahan Bubulak, salah seorang wisudawati yang memiliki 4 anak. Menurut Teti apa yang diajarkan di Sekolah Ibu sangat bagus, khususnya pemahaman pergaulan yang utamanya lagi tentang smartphone.

“Salah satu untuk menjaga keutuhan keluarga adalah tidak boleh membuka HP bapak, ibu, suami atau istri. Kita harus ada saling percaya, demikian pula dengan anak. Kendala di awal tetap ada, tetapi sejalan waktu dan seizin suami, semuanya berjalan lancar dan suami dan anak saya menjadi paham karena kita mengedepankan bahasa kasih,” kata Teti.

Oleh Husnul Khatimah, pada Oct 08, 2018
Editor : Andres Fatubun
Sudah dilihat 47 kali

Komentar