Sekkaron, Destinasi Wisata Kolaborasi Empat Desa Di Kabupaten Semarang

25530 medium sekkaron123
25531 medium sekkaron1
25532 medium sekkaron12
Desa Sepakung di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mulai bersiap menyambut wisatawan. Sekkaron merupakan gabungan dari desa Sepakung, desa Kemambang, desa Kebumen, dan desa Tegaron. Desa-desa itu berada di wilayah Kecamatan Banyubiru yang mempunyai destinasi wisata alam dan budaya tersendiri. Empat desa itu sepakat berkolaborasi membentuk konsep desa wisata terintegrasi di dalam Ekowisata Budaya Sekkaron.

Sekkaron tidak lagi mengandalkan destinasi wisata alam, namun juga wisata pendidikan, pertanian dan budaya. Hanya saja akses ke lokasi wisata ini amat jauh. Untuk mencapai Sepakung, wisatawan harus bersiap-siap karena akses ke lokasi memang sangat menantang. Papan penunjuk jalan di samping jalan itu berbunyi, "Anda memasuki wilayah spot jantung."

Benar saja, akses ke Sepakung dilalui dengan tanjakan yang amat tajam. Pengendara harus berhati-hati untuk melewati jalur itu. Namun perjalanan dengan rasa was-was itu terbayar ketika sampai di Sepakung.

Desa di lereng Gunung Telomoyo itu menghadirkan wisata alam dan budaya yang baik. Hamparan pertanian berbukit memanjakan mata. Pemandangan itu makin cantik dengan adanya permainan dan rumah kayu dengan area persawahan. Setidaknya di empat desa itu mempunyai destinasi wisata antara lain Helypad Marep Mungkur Sky bike atau sepeda gantung, kolam Mbalong, ayunan langit dan Kali Kulon yang mempunyai background Gunung Telomoyo.

Sejumlah makanan hasil usaha rakyat juga dipromosikan di desa itu seperti gula semut, keripik, kerajinan, kopi, aneka jajajan lain. Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri mengatakan konsep wisata Sekkaron mulai dipasarkan wisatawan domestik dan internasional, terutama ke Eropa. Konsep wisata itu menekankan di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan dan sosial budaya.

"Kami tawarkan ke turis Eropa, kita sediakan paket jemput dari dan ke bandara," ujar Nuri, di sela soft launching Sekkaron, Minggu (13/5/2018). Menurut Nuri, empat desa sepakat bersinergi untuk saling mendukung antar-destinasi. Wisata yang ditonjolkan tak hanya eksploitasi alam, melainkan sosial budaya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, untuk mendukung wisata Sekkaron, saat ini ada 2 homestay yang telah beroperasi. Nantinya warga di desa juga dilatih membuat kopi untuk ditawarkan ke wisatawan. Pemda, menurut Ngesti Nugraha, terus bekerja memperbaiki akses lokasi ke desa wisata itu. Sejauh ini, pihak Pemkab telah menganggarkan Rp 1,6 miliar untuk jalan akses.

"Kami kerja bareng untuk membangun tempat wisata. Saat ini ada 38 desa wisata, ini Sepakung ini salah satunya. Kami harap wisatawan mancanegara datang ke sini," ujarnya. Dia pun meminta desa-desa setempat untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata.

Desa dapat memanfaatkan anggaran dana desa untuk mengembangkan desa wisata. Soft launching Sekkaron diikuti testimoni dari tiga wisatawan mancanegara, yaitu Yura dari Jerman, Yori dari Amerika dan Dimas dari Ukraina. Mereka memuji Sekkaron sebagai destinasi yang menakjubkan.

"Saya tadi pagi naik gunung dan itu sangat bagus, indah. Habis itu flying fox dan ayunan langit itu seru," ujar Yura.

Sumber : Kompas.com

Komentar