Sekda Kota Semarang Diganti

Img 20180109 013559
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mencopot jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang yang sebelumnya dijabat oleh Adi Tri Hananto.
Posisi Sekda nantinya diisi oleh Penjabat Sekda.
Pencopotan Adi dari posisi Sekda dilakukan dalam proses pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Semarang yang dilakukan di Aula Lantai 8 Gedung Moch Ihsan Balaikota Semarang, Senin (8/1/2018).

Selanjutnya, Adi Tri Hananto menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang sebelumnya dijabat oleh Mardiyanto.
Mardiyanto sendiri digeser posisinya dari Kepala Dispendukcapil Kota Semarang menjadi Staf Ahli Wali Kota Semarang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) berdasar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang.
Hendrar Prihadi mengatakan, perpindahan posisi ini bukan karena faktor suka dan tidak suka (like dan dislike). Akan tetapi karena faktor penyegaran di jajaran Pemkot Semarang.
"Sebagaimana kita ketahui, dari survei pada Oktober 2017 yang dilakukan, dari semua OPD yang terburuk adalah Dispendukcapil dengan prosentase 26,2 persen," kata Hendi, sapaannya.
Selain Dispendukcapil, OPD lain yang banyak keluhan dari masyarakat yaitu RSUD KRMT Wongsonegoro. Namun perjalanan waktu, RSUD ada perbaikan pelayanan sehingga hasil survei turun dari 23 persen menjadi hanya 6,1 persen pada Desember 2017.
"Sedangkan Dispendukcapil ini bukannya ada perbaikan, justru semakin buruk dengan prosentase yang meningkat," jelasnya.
Karena itu, jelas Hendi, dibutuhkan orang atau PNS terbaik untuk menangani kondisi tersebut. Sehingga dipilihlah Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto, untuk mengggantikan posisi Mardiyanto.
Disamping itu, Pemkot Semarang juga ingin mengejar target e-KTP yang harus selesai akhir 2018. Pasalnya, jika data kependudukan masih semrawut, maka Pemkot Semarang akan kesulitan melakukan percepatan pembangunan.
"Target pemerintah pusat mengenai e-KTP pada akhir 2018 harus selesai itu harus tercapai. Tidak boleh tercecer. Kalau data kependudukan kacau, pencatatan kacau, kita tidak bisa melakukan percepatan," jelasnya.
Hendi menambahkan, pola rotasi dan mutasi di Pemkot Semarang berdasar pencapaian positif dan terukur. Di samping itu, juga berdasar aduan dari masyarakat.
"Jika banyak diadukan, apakah dia kerjanya buruk? Belum tentu. Tapi yang kita layani adalah masyarakat. Sehingga kita tidak perlu berspekulasi untuk menentukannya" terangnya.
Hendi tidak menjelaskan secara pasti alasan pencopotan Adi dari Sekda Kota Semarang. Namun, atas kekosongan kursi Sekda tersebut, Hendi akan menunjuk seorang penjabat Sekda dari eselon yang sama.
"Sebenarnya sudah ada calonnya (sebagai penjabat Sekda), tinggal saya tandatangani berkasnya. Dia yaitu Agus Riyanto," ucapnya.
Agus Riyanto diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang. Dengan demikian, Agus akan merapkap jabatan sebagai Penjabat Sekda sampai dipilih Sekda definitif oleh Wali Kota Semarang.
"Untuk mekanisme, nanti nunggu selesai Pilgub Jateng selesai atau enam bulan dari sekarang. Bisa langsung penunjukan dengan menggeser posisi karena eselonnya sudah sama atau lelang terbuka yang diikuti dari orang luar," tandasnya.


Source: jateng.tribunnews.com

Komentar