Sehelai Malam di Pantai Soge Pacitan

21159 medium 20180121 025510
PACITAN - Di tengah persaingan sektor Industri jamu yang semakin ketat, Sido Muncul telah berhasil memiliki  share terluas dan reputasi yang baik sebagai industri jamu terbesar di Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapai saat ini tentunya tidak terlepas dari peran dan pelaku pendiri industri ini.

Perusahaan yang kini sudah berhasil masuk Bursa Efek Indonesia sejak Desember 2013 itu dilalui melalui perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari keinginan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yang lahir pada tanggal 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dengan nama Go Djing Nio dan wafat 14 Februari 1983, memulai usaha pertamanya dengan membuka usaha Melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa.

Pada tahun 1928, terjadi perang Malese yang melanda dunia. Akibat perang ini, usaha Melkrey yang mereka rintis terpaksa gulung tikar dan mengharuskan mereka pindah ke Solo, pada 1930. Tanpa menyerah, pasangan ini kemudian memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul. Lima tahun kemudian, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk membuka usaha jamu di Yogyakarta.

Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang kedua pada tahun 1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya "impian yang terwujud". Di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu oleh tiga orang karyawan.

Pada tahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) pindah ke Semarang, dan di sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun produknya diterima masyarakat secara luas. Karena semakin bersarnya usaha keluarga ini, maka modernisasi pabrik juga merupakan suatu hal yang mendesak.

Pada 1984, PT. Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya, dengan merelokasi pabrik sederhananya ke pabrik yang representatrif dengan mesin-mesin modern.

Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru di Ungaranyang lebih luas dan modern. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan waktu itu, dan pada saat itu pula PT Sido Muncul memperoleh 2 penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektare, lahan Agrowisata ,1,5 hektare, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.

Pada tanggal 10 Februari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m2.

Upss, berat amat gan bacanya itumah sejarah Company Profile perusahan jangan serius serius amat kenapa heuheuheeu

Kali ini saya tidak mau bahas terkait PT.Sido Muncul tapi mau bahas pekerja atau awak di balik Jamu Tolak Angin yak

Kita mulai saya mau bertanya Berikan kepada saya siapa orang indonesia yang tidak kenal nama salah satu brand yang terkenal dari PT.Sido Muncul yang bernama Tolak Angin tentu sangat ramah kan terutama masyarakat Indonesia apalagi kita

Yak tentu sangat dekat bukan, kali ini kita akan sedikit mengulik tentang sebuah perjalanan wisata Awak pekerja Tolak Angin tersebut, wisata tak wisata suatu kegiatan yang sangat menyenangkan bukan ?

Riuhnya suasan padat karya atau daerah industri acap kali mengugah rasa penak tersendiri bagi para kaum pekerja. Belum lagi macet suasana perindustrian kesemrawutan kota apalagi bisingya mesin mesin dan roda produksi pada suatu perusahan

Sehingga tentu suasana santai atau hanya sejenak melancong untuk merefresh otak dan tubuh menjadi pilihan ciamik bagi para pekerja Pacitan

Apa yang kita pikirkan ketika mendegar kata kota ini, iya salah kota kecil yang eksotis

Nah ngomong masalah pantai, malam ini para punggawa atau mereka orang orang di balik mesin produksi jamu bernama Tolak Angin itu akan berwisata di pantai Soge salah satu pantai cantik di pacitan

Waktu menunjukan pukul 18.00 sore jika pada jam biasanya mereka berada di depan mesin produksi tapi tidak dengan malam ini. 2 armada sudah terpakir di depan perusahaan tempat biasa mereka bekerja

Malam masih ramah, gemuruh kota ungaran sudah mulai pudar langit senja pun masih terlalu manis untuk di gantikan gemerlap bintang malam, para rombongan sekitar 30 Orang ini tengah bersiap siap untuk melakukan perjalanan ke pantai di Pacitan yang akan menjadi kota destinasi wisata mereka

Arloji menunjukan pukul 19.30 ternyata, dan setelah persiapan selesai perjalanan di mulai. Dari ungaran atau perusahan tempat mereka memulai perjalanan di butuhkan sekitar 6 sampai 7 untuk sampai di Pacitan tepatnya di lokasi pantai

Gurat cerita, alunan gitar dan candaan terus terlontarkan di dalam armada yang kami tumpangi  rasa penak seketika bergangi suasana gelak tawa yang sepertinya tidak berlalu lagu demi lagu terus bergantain saut nyanyian terus mewarnai perjalanan kita malam ini,

Hingga ternyata tak terasa armada kita sudah masuk di kota kecil yang eksotis yaitu Pacitan, dan kerenya tak begitu sadar kita sudah mulai mendekati Pantai yang kita tuju, yak GPS mulai di aktifkan maklum profesi Buruh bukan traveller apalagi (Kemendispar ) kementrian dinas pariwisata yang tentu paham banget perkara ini heheheheuheu

O iya For Your Info Brother,

Untuk menuju Pantai Soge dari Pacitan, kota berjarak sekitar 24 kilometer yang mampu ditempuh kendaraan umum (bus) sekitar 30 menit, sementara dari Surabaya waktu tempuh sekitar 7 jam, dari Tulungagung 3,5 jam, sedangkan dari Solo 4 jam. Dari Kota Pacitan ke Pantai Soge dapat ditempuh 2 jam perjalanan pakai motor atau mobil. 

Rutenya dari kota kearah timur, terus ke Kecamatan Tulakan, lanjut ketimur lagi ke Kecamatan Ngadirojo, biasanya sering disebut Lorok, lanjutkan terus ke arah Pasar Lorok atau Pasar Wiyoro, lanjutkan lagi sampai bertemu pertigaan yang ke kiri ke arah PLTU atau Trenggalek, pilih jalan yang kearah kanan.

Dan Bonua di sepanjang perjalanan kita bakal menemui pantai-pantai seperti Pantai Taman, Pantai Tawang, setelah itu terus sampai di Desa Sidomulyo. Setelah sampai desa itu, sepanjang pantai di kiri jalan itulah Pantai Soge

Letak pantai yang berada di pinggir jalan raya ini menjadi daya tarik utama Pantai Soge, ditambah adanya muara yang menambah keunikan pantai in

Alur muara sungai berkelok mengitari pasir putih yang membentang di tengah hingga jarak radius 150-an meter sehingga memberi ruang cukup luas bagi wisatawan untuk bermain apa saja dan menikmati keindahan wahana alami pantai.Sementara debur ombak terus bergulung dan memecah di tepian Pantai Soge.

Muara di pantai Soge. Masih ada satu lagi wahana hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung selain sekadar berdiri memandangi ombak di tepian pantai, bermain air, ataupun sekadar nongkrong di bawah pohon kelapa sembari menikmati sajian es kelapa muda. Wahana itu adalah danau kecil yang terbentuk karena air laut tidak sepenuhnya tertarik ke tengah laut saat terjadi fenomena air surut, dan terpisah oleh gundukan pasir putih yang membentang di tengah.

Danaunya tidak terlalu luas, tetapi sudah cukup untuk manuver speed boat atau kapal cepat kecil ataupun perahu wisata yang disewakan sejumlah nelayan setempat

Selain posisinya yang teduh di pinggiran kebun kelapa, hanya dengan biaya Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menyewa jasa perahu wisata atau speed boat kecil untuk mengitari danau tersebut hingga beberapa kali putaran

Okay back, Sekitar pukul 01.30 kami tiba di Pantai Soge sesampainya di Parkiran Lokasi wisata kami bergegas mengambil perlatan Camping yang memang sudah kami konsep sedari rumah, angkat junjung bergegaslah kami menyalakan api pembakaran dan yak pesta pantai di mulai

Bersama angin pagi, dan gemuruhbya angin fajar di tepian pantai soge acara di mulai tikar kita gelar, matras kita gelar dan yap beberapa ekor Gurami yang nyingsep kata orang jawa di dalam kantong plstik mulai di bumbui

Bakar bakar, kata yang tepat buat mengambarkan suasa ini malam, beberapa personil mulai ambil jobdisk masing masing ada yang sibuk bermain gitar untuk membunuh waktu ada yang sibuk membakar si gurami dan ada yang sibuk bertingkah tengil dan latihan jadi orang gila eitsss, serem amat yak wkwkwk

Ngak butuh waktu lama, kurang lebih 5 kilo ekor gurami sudah di bakar dan matang oleh tangan tangan terampil ini, personil merapat ke satu titik kumpul nasi mulai di ratakan dengan pasir eitss sudah di beri alas, dan yak

Eksekusi komandhan makan bareng ala travellers di mulai. Yaelah ya kali kaya ngerti dunia traveling aja hahahah

Ya gitulah, maklum selama di jalan pasti menahan laper baru juga makan sekali jadi maklum berhubung dinpinggir pantai iya kan cacing dalem perut udah pada demo pada Mahkamah Agung sepertinya tapi lebih Judical Review pada Mahkamah Konstitusi sepertinya hidiih haha,,

ada Gurami lengkap dengan nasi dan sambal ada atap beralaskan langit dan tiup mesra angin pagi, nunggu apalagi yak eksekusi lah nunggu apa lagi heheheheueheu

Lama engak sih, hitungan menit kali itu makanan juga udah kelar dasar kanebo kering haha,, mungkin makanya bukan karena nafsu lapar sih tapi mungkin karena bareng kali ya bisa seperti kilapan petir eh tinggal Tulang ikan nya, beruntung makan di bagi 3 sesi. Bukan satu sesi kebayang yang makan belakangan makan angin kali asal jangan makan hati aja sih

Selepasnya acara makan di mulai, pesta pantai bahasa kita dimulai, bercanda dan gila gilan di mulai dari bahasan hal kecil sampai bahasan hal konyol mulai berhamburan dan engak ketingalan alunan petikan gitar hadir di tengah tengah para awak di balik Tolak Angin itu

Tak terasa waktu terus berjalan, malam semakin berlalu pagi dan langit menunjukan Fajar pagi jam 05.30 ternyata, tak begitu lama sambut mesra langit pagi pantai soge menyapa kami. kami mulai cari posisi menikmati suasana pagi pantai, ada yang jalan tanpa arah ya kan ada yang mulai cari posisi buat melepas tawa dan yang lebuh banyak ambil posisi dan lokasi untuk mengandikan gambar lengkap dengan perlatan foto yang mereka bawa handphone handphone kalo kepepet

Memang selalu indah kalo bicara pagi apalagi di pantai apalagi kota kecil di Jawa timur ini salah satu pecahan keindahan Indonesia di belahan pesisir selatan Kabupaten Pacitan yang terletak di ujung barat daya Jawa Timur ini ramai dibicarakan setelah pemerintah membangun jalur lintas selatan sepanjang 70-an kilometer di daerah ini, mulai dari Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di sisi barat hingga Kabupaten Trenggalek yang ada di ujung timur Pacitan

Dan belum lagi Menurut data dinas pariwisata setempat, total ada 17 wahana wisata pantai di sepanjang pesisir selatan Pacitan yang lokasinya dilewati atau berdekatan dengan jalur lintas selatan. Setiap pantai memiliki panorama khas yang akan membuat siapa saja yang berkunjung ke daerah ini berdecak kagum

Karena, pada dasarnya pantai -pantai di daerah ini masih sangat alami atau orang menyebutnya sebagai destinasi wisata yang masih perawan

Jadi Briliant Idea waktu memutuskan untuk mengunjugi Pantai Soge, selelahnya kami dengan kesibukan sendiri tidak begitu lama kami kembali satu titik di poros tengah bibir pantai ada satu orang membeli benda ajaib untuk kebersamaan iya, adalah Bola Plastik haha engak ada lapangan bibir pantai pun jadi. Kembali keseruan dan canda tawa terurai dari raut mereka orang orang yang di satukan dan di ikat rasa persaudaraan oleh tempat yang bernama perusahaan

Bermain dan tertawa hingga lupa waktu, dan setelah capek melanda dan istirahat datanglah salah satu monster pengangu (koordinator acara). Waktu berkunjung di Pantai Soge telah selesai. Iya kalo BigBoss yang satu ini udah bilang bisa apa kita, sejenak berberes diri dan merapikan bawaan pagi itu sekitar jam 08.30 pagi kami meningalkan Pantai Soge dan melanjutkan ke destinasi ke Lokasi lain, yaitu Goa Gong masih di kota yang sama

Satu cerita yang tidak bakalan terlupan pastinya bersama orang orang Gokil dan Tengil. Pastinya Ada Sehelai Malam di Pantai Soge dan terimakasih sudah Kita ciptakan daun gugur yang yang tak pernah membenci angin dan Terumbu karang yang tak pernah membenci deruan ombak di Pantai Soge. Thanks,



Oleh : 

Nukhan Dzu

Komentar