Sarsaparilla, Cita Rasa Unik Sejak Zaman Baheula

27078 medium images 19
Sarsaparilla, sebaris kata yang mungkin terdengar asing, terutama bagi generasi masa kini,

Ya, Sarsaparilla, nama yang mengingatkan generasi masa lalu pada sebuah minuman yang sangat populer di masanya.

Minuman berwarna ungu kecoklatan ini pada masa lalu pernah menjadi minuman favorit kaum bangsawan Yogyakarta. Maklum, kala itu minuman jenis ini memang berharga relatif mahal.
Minuman rasa sarsaparilla ini kini semakin sulit didapatkan di Yogyakarta karena produk ini kalah bersaing dengan jenis-jenis atau produk minuman baru seperti Coca Cola dan sejenisnya.


Minuman rasa sarsaparilla ini pada masanya sering menjadi minuman khusus untuk orang yang memiliki hajat tertentu, misalnya sunatan, pengantenan dan sebagainya.
Minuman jenis ini sengaja dibeli dan hanya disuguhkan bagi anak yang disunat, atau orang yang menjadi pengantin. Hal itu dilakukan untuk menyenangkan hati orang yang tengah menjalani upacara atau tatacara tersebut. Maklum, jenis minuman ini pada zamannya merupakan jenis minuman elit yang mungkin membawa gengsi sosial tertentu pada konsumennya.

Minuman rasa sarsaparilla jika kecap di lidah akan terasa semriwing, manis namun tidak sangat manis, aromanya pun khas Sarsaparilla yang bagi orang Jawa (Indonesia) mungkin dirasakan sebagai beraroma obat atau jamu.
Minuman jenis ini dipercayai memberikan efek bersendawa (glegekan) bagi orang yang meminumnya.
Oleh karenanya minuman rasa Sarsaparilla ini dipercaya mampu menyembuhkan masuk angin atau gejala flu awal.

Sarsaparilla sendiri adalah nama jenis herbal yang dalam bahasa Latinnya dinamakan Smilax Aristolochiaetolia. Jenis perdu berbunga ini mengandung vitamin A, B, C, D, dan B Kompleks. Di samping itu juga mengandung kalsium dan zat besi.
Kandungan zat-zat semacam itu sering dipercaya dapat melancarkan air kencing, obat awet muda, memberi energi, mengurangi jerawat, menyembuhkan pilek, batuk, dan demam.

Minuman Sarsaparilla ini juga mengandung minyak adas yang memberi efek lega dan hangat di dalam rongga dada dan perut.

Dulu di masa jayanya, yakni pada tahun-tahun sebelum 1960-an pabrik minuman Manna dengan produksi andalan minuman rasa Sarsaparilla yang dirintis oleh Kho Hoo Ing dan Tan Boo Iet bisa memproduksi ribuan botol Sarsaparilla dalam sehari.
Kini produksi itu itu tinggal ratusan botol saja dalam sehari.
Bahkan kadang-kadang produksinya tidak selalu rutin dilakukan setiap hari.
Sudah dilihat 42 kali

Komentar