Santri Darul Quran Mengisi Hari Tasyrik dengan Bermacam Lomba

31018 medium post 39879 4e60a30a 9d97 4161 a515 e70f3f79b549 2018 08 23t12 13 49.071 07 00 31019 medium post 39879 7f288421 9a54 4565 97b9 5fe8b4f03d67 2018 08 23t12 13 54.837 07 00 31020 medium post 39879 e59ed43f fb8d 4a9e b504 4e3c60964ab5 2018 08 23t12 14 01.116 07 00
Kamis, 23 Agustus 2018 bertepatan dengan Hari Tasyrik merupakan hari libur bagi beberapa sekolah swasta berbasis agama yang ada di Gunungkidul. Namun, hal ini tidak berlaku untuk para santri Madrasah Sekolah Terpadu Darul Qur'an Wonosari. Santri Darul Qur'an mengadakan perlombaan untuk mengisi waktu senggang di kala Hari Tasyrik tahun ini.

Perlombaan diadakan di lingkungan MST Darul Qur'an Yang beralamat di Jl. Nusantara no 17, Ledoksari, Kepek, Wonosari. Kemeriahan nampak ketika memasuki gerbang sekolah tersebut. Santri berpakaian bebas tapi sopan memenuhi area perlombaan. Panitia lomba merupakan santri yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Darul Qur'an (IPDQ).
Salah satu lomba yang unik yaitu "Ngusung Banyu".

Lomba ini diadakan secara berregu, masing-masing regu terdiri dari 8 orang. Alat yang digunakan yaitu bola plastik yang dipotong menjadi dua bagian sehingga membentuk cekungan, tali rafia, ember, air dan meja kursi. Teknis lomba ini ialah ketika regu bisa mengambil air menggunakan bola plastik yang disetiap sisinya diberi tali rafia untuk dipegang setiap orang pada kelompok. Kemudian air yang ada pada bola tersebut digilir menuju tempat tujuan dengan harus melewati rintangan meja dan kursi di arena yang disiapkan. Pemenang ialah yang memperoleh air terbanyak di ember tujuan.

Dari perlombaan ini, banyak nilai-nilai yang bisa diambil. Salah satunya yaitu kerja sama. Kerja sama antar kelompok sangat dibutuhkan agar air dalam bola tidak tumpah ketika melewati rintangan. Kekompakan, gesit dan konsentrasi juga diperoleh dari lomba ini. Selain "Ngusung Banyu" lomba lainnya seperti futsal putri juga diadakan di lingkungan MST Darul Qur'an kali ini.
Sudah dilihat 44 kali

Komentar