Sanitasi Kumuh Di Cimenyan, Pemkab Bandung Tak Perhatian

Gambar untuk Sanitasi Kumuh Di Cimenyan, Pemkab Bandung Tak Perhatian
๐’๐š๐ง๐ข๐ญ๐š๐ฌ๐ข ๐Š๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ก ๐ƒ๐ข ๐‚๐ข๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ง, ๐๐ž๐ฆ๐ค๐š๐› ๐๐š๐ง๐๐ฎ๐ง๐  ๐“๐š๐ค ๐๐ž๐ซ๐ก๐š๐ญ๐ข๐š๐ง

Di zaman modern, mestinya kondisi sanitasi masyarakat sudah semuanya sehat. Apalagi sudah ada dana desa. Tetapi di perkampungan di Kecamatan Cimenyan, masih banyak warga yang buang hajat tidak layak.

โ€œIni tak bisa dibiarkan. Terlalu lama dengan keadaan seperti ini menjadi kebiasaan buruk. Orang tak sadar kalau buang hajat sembarangan seperti ini bisa mengancam kesehatan jiwa manusia,โ€ kata Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, di Kampung Pondok Buah Batu Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Kamis (29/10/20).

Hal itu terungkap saat Yayasan Odesa Indonesia sedang meninjau pembangunan Toilet Umum (Sarana Mandi,Cuci dan Kakus/MCK) yang dilakukan Odesa Indonesia di pelosok kampung yang terletak di pinggir Hutan Arcamanik Kec Cimenyan. Yayasan Odesa Indonesia membangun toilet umum hasil galang dana dari Himpunan Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung Angkatan 1986.

Seusai meninjau kegiatan pembangunan Budhiana menyempatkan melihat keadaan blok timur dari Kampung Pondok Buah Batu. Tujuannya memastikan apakah di bagian itu keadaan sanitasinya sudah layak atau belum.

โ€œKampung ini terasa asri karena pepohonan tumbuh subur. Tetapi nahas, kehidupan warga masih terbelakang dalam urusan sanitasi. Kalau ada tujuh rumah tangga dalam satu blok area ini tidak ada sanitasi yang layak, itu berarti lebih dari 20 orang kesehatannya terancam setiap hari ,โ€ kata ungkap Budhiana.

Terlihat di lokasi yang didatangi Budhiana itu, ada beberapa rumah panggung yang WC-nya terbuat dari papan kayu dan bambu. Pelindungnya sebagian dari plastik bekas terpal, atau dari spanduk calon legislatif.

Di bagian dalamnya sangat minim, ruang sehingga dipastikan ibu-ibu yang mencuci akan mengalami kesulitan. Belum lagi, WC tersebut sering dipakai bergiliran tetangga sebelahnya yang tidak memiliki WC khusus.

Sementara di blok selatan yang sedang membangun sarana toilet tersebut memiliki sarana toilet komunal, tetapi sangat buruk kondisinya. Saluran pembuangan air tinjanya dibuang ke balong atau kolam.

Sedangkan di blok timur yang sedang dikunjungi Budhiana itu terdapat satu toilet kumuh yang menurut pemilik rumahnya sering dipakai beberapa keluarga. Ironisnya, saluran pembuangan akhir tinjanya dialirkan ke selokan.

Keadaan sanitasi buruk ini menurut Budhiana bukan hanya satu atau dua lokasi. Sejak tahun 2016, Yayasan Odesa Indonesia telah mengumpulkan data lapangan.

Relawan mahasiswa menemukan setidaknya 70 lokasi dengan keadaan sanitasi buruk dan membahayakan kesehatan, karena aliran air dan tempat pembuangan air tinja-nya berupa cumplung, cubluk, selokan tanah, atau bahkan sebagian dibuang ke kebun.

Tak hanya di Cimenyan, tukas Budhiana, di Kecamatan Cilengkrang dan Kecamatan Cileunyi persoalan sanitasi buruk masih menjadi bagian hidup warga.

Data yang terkumpul di Yayasan Odesa Indonesia, dari tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung tersebut terdapat 130 lokasi yang rumah tangganya kumuh.

โ€œIni pertanda negara tidak bekerja secara baik. Artinya, Pemerintah Kabupaten Bandung tidak mengerti masalah dasar rakyat. Bahkan ada dana desa dari pemerintah, tetapi tidak ada program khusus untuk perbaikan sanitasi. Kita usahakan terus membantu mereka segera,โ€ kata Budhi.

Budhi juga menyampaikan agar warga yang mampu bisa berkontribusi pada perbaikan kesehatan melalui pembangunan toilet seperti ini. Sebab hanya dengan solidaritas sosial tersebut keadaan buruk di pedesaan yang tak mendapatkan jatah pembangunan segera beranjak membaik.

โ€œKualitas manusia Indonesia itu sulit beranjak membaik karena masalah sanitasi dan pendidikan tidak dijawab secara konkret. Kelompok warga non negara yang memiliki empati harus mengambil peran perbaikan bersama.

Selengkapnya,
https://fb.com/bdgtimurku/photos/a.1912265022360462/2763874170532872

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Berita Warga
18 jam lalu

Apa Itu Limbah Domestik?

๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Kalibunder, Sukabumi Kabupaten

Terbaru

Berita Warga
17 jam lalu

3 Langkah Mudah Terhubung Dengan JakWIFI

๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Kelapa Gading, Jakarta Utara

Terpopuler

  1. Wakil Walikota akan Launching "Gerakan Relawan Hijau", Kampung Surokarsan RW 04

    Abdul Razaq  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  3 Dec 2020
  2. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  3. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    Wakil Walikota akan Launching "Gerakan Relawan Hijau", Kampung Surokarsan RW 04

    Abdul Razaq  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  3 Dec 2020
  4. 1
    Komentar

    Jurus Jitu Camat Menurunkan Angka AKI-AKB

    Sarip Hidayatulloh  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020