SANG PENENTU

36517 medium post 44675 bc565904 944f 4e60 9fe3 08482c35fb1d 2018 10 20t10 11 03.564 08 00 36521 medium post 44675 e9ff9115 7e49 46ce bfd0 ee31e479ecec 2018 10 20t10 11 09.013 08 00 36519 medium post 44675 0135c3d6 43d3 495b 848d 8e959b0895eb 2018 10 20t10 11 05.316 08 00
Saya menulis berita ini ketika berkesempatan hadir pada pemaparan visi dan misi para calon Kepala Desa Perina Kecamatan Jonggat-Lombok Tengah untuk periode 2018-2024. Kegiatan diselenggarakan dengan tema Mewujudkan Pilkades yang Aman, Mendidik dan Menyenangkan. Halaman SD Negeri 1 Perina yang digunakan panitia sebagai tempat pelaksanaan dialog dipenuhi masyarakat dari berbagai unsur, baik sebagai undangan maupun atas kemauan sendiri. Indikator mendasar mulai terbangunnya kesadaran kritis warga atas pentingnya proses pemilihan pemimpin di level desa.
Judul tulisan ini sejatinya bukan ide saya. Ini contekan dari tulisan sebelumnya tentang hal sama yang digubah oleh adinda Baiq Sri Maulina dalam bentuk puisi. Rangkaian diksi indah yang berusaha menegaskan dengan romantis betapa penting suara masyarakat dalam proses Pilkades. Yaaa suara masyarakat, sang pemilih pemimpin adalah penentu pemimpin di masa depan. Jika ditelaah mendalam, gagalnya kepemimpinan dalam suatu wilayah (desa) adalah kegagalan seluruh pemilih. Dan secara tidak langsung menjadi kegagalan seluruh masyarakat di dalamnya. Maka menjadi PEMILIH CERDAS adalah suatu tuntutan, tanpa dapat ditawar lagi.
Membangun Desa Perina ke depan, masing-masing calon kepala desa sudah memformat agenda kerja mereka secara seksama dalam runutan perencaaan tersistem.
Calon dengan nomor urut 1 (YAHUM, SH) mengusung konsep dalam visi yang dikemas untuk Mewujudkan Desa Perina yang BERSATU (bersih, santun, tuntas dan unggul). Guna mewujudkan visi tersebut akan diupayakan melalui rangkaian kegiatan yang mengarah kepada (1) membangun tata kelola pelayanan yang santun, inovatif, tuntas dan tepat waktu serta sinergisitas kemitraan dengan para pemangku kepentingan; (2) membangun tata kelola keuangan yang efektif, bersih dan transparan; (3) membangun sinergisitas pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola lingkungan yang bersih, nyaman, sehat, tertib dan unggul; (4) mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai; (5) mewujudkan perekonomian dan prasarana desa yang memadai; (6) mewujudkan tingkat pendidikan yang baik bagi masyarakat; (7) mewujudkan masyarakat yang religius; (8) mewujudkan masyarakat desa yang aman, tentram dan terkendali dan (9) mewujudkan masyarakat yang sehat.
Sementara calon nomor 2 (MAROAN HAMDI) mengusung konsep pembangunan yang mengarah pada Terwujudnya Desa Perina yang aman, sehat, cerdas, berdaya saing, berbudaya dan berakhlak mulia. Upaya ini sejalan dengan yang di niatkan oleh calon kepala desa nomor 3 (H.M KHABIT KARYADI, A.Md) yang merupakan calon incumbent. Konsep disajikan dalam visi Terwujudnya Masyarakat Desa Perina yang aman, damai, tentram, sejahtera, beriman dan bermutu.
Sejatinya, tidak ada yang keliru maupun salah dalam konsep yang diajukan. Tidak pula dapat dinilai konsep mana yang paling baik. Satu-satunya indikator yang dapat dijadikan sebagai parameter untuk menentukan kriteria yang akan diusung adalah suara masyarakat, suara sang penentu.
Mari menjadi pemilih cerdas. Memilih berdasarkan hati nurani dengan pertimbangan matang dan juga cerdas. Tidak terdorong oleh penggiringan opini oleh sekelompok orang atau pun iming-iming materi.
Selamat memilah dan memilih, sang penentu.
Mari berubah bersama #atmaGO
Wujudkan upaya warga bantu warga
Sudah dilihat 102 kali

Komentar