SANG JUARA

43893 medium img 20160914 170706

Siang itu,
Dengan muka ditekuk,
Dia hulurkan tangan dengan kertas ditangan,
Kertas dengan tulisan Rapor Peserta Didik itu kuraih,

Kupeluk erat pemiliknya, kucium dan kujabat tangannya,
Selamat ya…

Kalimat itu membuatnya termangu,
Dengan terbata dan masih menunduk,
Keluhnya terdengar jelas, “namaku dipanggil diurutan kesekian”,
Kecewanya masih membias di indah wajahnya,

Kembali kuraih tangannya…”Selamat ya, Sang Juaraku”…
Tak kuhiraukan senyumnya yang masih sembunyi,

“Sang Juara mau hadiah apa”,
Masih dengan raut heran, “Aku bukan Sang Juara”, dengan lebih tegas sambil menyebutkan nama temannya yang menurut kertas itu, dialah yang pantas dipanggil Sang Juara.

Kembali kuraih jiwanya…
Dan akupun berbisik lantang di bawah atap langit berlapis-lapis…
Tahukah kau sayang,
Ketika suatu pagi selesai mandi, dengan sedikit ragu kau ungkap jujur, bahwa tadi malam tidak gosok gigi, bukan karena lupa, tapi karena malas dan ngantuk.
Ketahuilah, saat itu kaulah Sang Juaraku, yang sanggup berkata jujur, meski sadar ada konsekwensi dari kejujuran itu.

Masih ingatkah ketika suatu sore, kau tertunduk meminta maaf atas keteledoranmu, amplop dari ibu untuk gurumu itu kau jatuhkan entah dimana.
Taukah kau sayang, permintaan maaf dengan serentetan pengakuan bersalah dari mulut mungilmu, cukup menjadikanmu layak menyandang gelar Sang Juara.

Sadarkah kau sayang, bahwa kau sangat pantas dipanggil Sang Juara, ketika suatu sore yang melelahkan,
Terburu-buru kau masuk kamar mandi, lalu mengambil air wudhu’, padahal kutahu, baru saja sholat kau tunaikan disekolah.
Namun aku terharu, ketika mendengar jawabanmu, kau baru ingat kalau tadi sholatmu tanpa wudhu’ dan mau mengulangnya sekarang.
Sungguh, aku menangis terharu, melihatmu yang sangat belia ini, begitu taat pada syari’at.

Jadi, bukan kutak peduli dengan deretan angka dan abjad di rapormu, walau sebenarnya itupun cukup menjadikanmu Sang Juara, tapi lebih dari semua itu, kau selalu Juara dimataku.

#apresiasiPrestasiAnakTerindah #karakterDuluBaruKognitif
Sudah dilihat 60 kali

Komentar