Sampah di Sungai Tingkatkan Risiko Seseorang Terserang Penyakit

2709 medium sampah sungai
Sampah yang menumpuk di Sungai Cikapundung mengancam kesehatan penduduk sekitar. Pakar menjelaskan bagaimana prosesnya sampah tersebut akhirnya meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit.

dr Erni J Nelwan, SpPD-KPTI dari Divisi Tropik-Infeksi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa dari ilmu kedokteran penyakit infeksi, ada tiga faktor yang berperan dalam peningkatan risiko terserang penyakit infeksi. Ketiga faktor tersebut adalah manusia (host), lingkungan dan penyebab penyakit.

"Jadi menurut teori Mandell itu selalu dalam bentuk segitiga. Manusianya; ini orang yang akan sakit, penyebab sakitnya; bisa kuman, bakteri atau benda beracun dan yang ketiga itu lingkungan; ini bisa vektor pembawa penyakit juga bisa kondisi lingkungan yang mendukung vektor atau penyebab penyakit untuk hidup," tutur dr Erni, ketika dihubungi detikHealth, Senin (21/3/2016).

Baca juga: Jangan Buang Sampah di Sungai, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Dalam kaitan dengan menumpuknya sampah di Sungai Cikapundung, risiko terserang penyakit leptospirosis dan diare tergolong tinggi. Sebabnya, sungai yang penuh sampah dinilai merupakan lingkungan yang baik untuk tikus dan lalat, dua vektor penyakit leptospirosis dan diare.

"Kalau banyak sampah itu artinya kotor kan. Sementara tikus kan senangnya di tempat kotor untuk cari makan. Nah kalau tikus ini kencing, lalu nanti yang bersih-bersih di situ terpapar lewat mata, atau karena pakai boot yang tidak benar, kumannya bisa masuk ke tubuh," ungkap dr Erni lagi.

Hal yang sama juga berlaku bagi penyakit diare. Kuman diare bisa masuk ke tubuh melalui makanan dan air minum. Lalat-lalat yang ada di tumpukan sampah bisa saja hinggap di makanan yang akan kita makan dan akhirnya membuat kuman diare masuk ke tubuh.

dr Erni menjelaskan bahwa memang, seseorang tidak akan serta merta sakit ketika ada kuman yang masuk ke tubuh. Sistem imun yang dimiliki manusia akan melawan, dan jika tubuh dalam keadaan fit dan sistem imun dalam keadaan bagus, kuman akan mati dan tidak menyebabkan sakit.

Namun kembali lagi, lingkungan yang tidak sehat akan membuat risiko terserang penyakit lebih besar. Di lingkungan yang kotor dan penuh sampah, jumlah kuman penyakit bisa jadi sangat banyak.

"Nah tergantung juga berapa jumlah kuman yang masuk dan keganasannya. Kalau kuman yang masuk banyak dan ganas, tentunya sistem imun tubuh tidak bisa melawan dan kalah, akhirnya menyebabkan orang jadi sakit," jelasnya.
Sudah dilihat 116 kali

Komentar