Sambel Tempe Bosok di Workshop Ecoprint

2 1 238
Gambar untuk Sambel Tempe Bosok di Workshop Ecoprint
Artikel ini ditulis oleh anggota kami Mba Uut, FB Uut Rubi Utami V.

Alhamdulillah, Jumat kemarin ECO.J kedatangan tamu dari USA. Setelah akhir Agustus lalu kami menggelar workshop dengan Dosen Universitas Islam Pahang, Malaysia. Bu Donna yang pemerhati anak, menginginkan privat ecoprint tanpa pewarna.... Tsahhhhhhh gaya, pake privat segala 🤭🤭🤭

Katanya, Sabtu 7 September 2019, suaminya mengadakan konser musik di Yogya ini, dan beliau sengaja menyempatkan diri belajar Ecoprint bersama kami.

Selalu ada ilmu baru, kebetulan yang tentu atas izinNya dan keseruan plus cerita lucu ketika workshop 😍😍

Siang itu, saat bikin menu lunch (aih biasa aja lagi, maksi maksi makan siang 🤣🤣🤣), rada bingung mo bikin menu apa. Kalau soto sapi, tar beliau bosen secara sering makan daging kan yah. Kalau lodeh, takut kepedesen.

Alhasil, menu yang haqqul yakin semua emak-emak bisa bikin, adalah prok prok prok sayur SOP plus tempe garit dan tahu pong dengan kerupuk. Tapi karena kita hobi yang pedes-pedes, sama Budhe Jar dibuatin sambel tempe bosok yang aduhai warnanya, coklat lethek dengan dele-dele tempe yang lumayan tanpa bentuk, mblenyek 😆😆😆 tapi justru itulah letak keindahannya.

Tak disangka, Bu Donna suka dengan sambel tempe bosok ini. "Wow, amazing taste, what is this?"

Kita semua pada nahan tawa, ga tega bilang. Mosok yo bloko matur nek iki tempe bosok to Gaes 😅😅 Akhirnya kita bilang this is PeSok, the original food from our city. Beliau tersenyum tulussssss banget. Aku ra melu-melu, tar kalau kondur Amerika, njuk nyari PeSok disana... Blang gentak owg.

Insiden kedua, saat kita mo ngajak bikin pewarna alam, "Mrs. Donna, would you like natural dye?"

Salah kali ye ngomongnya, kosakatanya. Bu Donna wajahnya pucat dan berteriak no no no, sambil kibas-kibas tangan. Kita mung mlongo. Opo salahku 😭😭😭 Untung ada Mas Indra. "Donna, let's make natural dye, use this woods!" Sambil nyodorin kayu secang dan kayu tegeran. Bu Donna tersenyum eksaited.

Kita berdua bisik-bisik, awake dewe mau ngomong piye yo, natural dye yae dengarnya natural die, malah ngajak mati alami, pantes njuk malah pucet ngono, duh Bopo duh Biyung.... Inggris kita Javanese Style, medhok asli. Nek eling sing iki, aku isih sok ngakak dewe, ya Allah, jek mending bahasa Tarzan, malah beres 😁😁😁

Terima kasih ibu Donna 😍😍😍 Terima kasih buat Google yang udah bantuin English kita yang sudah membatu dan karatan karena jarang dipake. Terimakasih PeSok yang sudah menyeponsori acara jadi penuh hiburan, terimakasih Budhe Jar yang masakannya jos gandos kotos kotos.

Oke, ucapan terima kasih nya cukup sekian aja, karena ini cuma status FB bukan pidato piala Oscar. Lagipula udah kemalaman ceritanya daripada tambah ngaco ketuker sama cerita 1001 malam. Thanks sangat berita n foto aktualnya Teh D Manusyakerti Marfuah 💛✨💛✨💛✨

#desaberdayaBrontokusuman
#sharinghappiness
#rz
#rumahzakat
#kecamatanmergangsan

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pray For Indonesia Januari 2021

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Klaten Utara, Klaten  |  17 Jan 2021
  2. Pray For Indonesia From Tangerang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cisauk, Tangerang Kabupaten  |  19 Jan 2021
  3. Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    FGD Prioritasi Advokasi Dana Kelurahan Kota Surakarta

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  15 Jan 2021
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar

    Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021
  4. 1
    Komentar

    Pengungsi Banjir Kota Pekalongan Telah Kembali Ke Rumah Masing-Masing

    Siswoyo R  di  Pekalongan Kota  |  21 Jan 2021