Sakit Kepala Disertai Pusing dan Mata Terasa Sakit, Apa Penyebabnya?

61181 medium 14052019%281%29
Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala, pusing, atau rasa sakit nyut-nyutan di belakang mata. Namun, ketiganya biasa terjadi terpisah di lain waktu — tidak secara bersamaan. Apa penyebabnya jika sakit kepala dan mata nyut-nyutan serta pusing kliyengan terjadi di satu waktu?

Sakit kepala dan mata terasa nyut-nyutan, ditambah pusing juga. Apa penyebabnya?
Banyak orang yang menganggap bahwa sakit kepala dan pusing itu hal yang sama. Namun, kedua kondisi ini nyatanya berbeda. Pusing ditandai dengan sensasi seolah akan pingsan, kepala terasa berat, badan lemas seakan goyah, dan merasa lingkungan sekitar berputar (kliyengan). Sementara itu, rasa sakit kepala meiputi perasaan nyeri seperti dipukul benda berat atau kepala terasa diikat kencang.

Ada dua kondisi utama yang bisa menyebabkan sakit kepala dan pusing terjadi bersamaan, disertai dengan sensasi mata terasa sakit nyut-nyutan.

1. Migrain (sakit kepala sebelah)
Migrain merupakan jenis sakit kepala sebelah yang disebabkan oleh kelainan interaksi impuls saraf dan pelepasan senyawa kimia yang mengganggu beberapa bagian otak.

Gejala yang muncul saat migrain terjadi, meliputi:

Sakit kepala sebelah yang menjalar ke area mata sehingga mata terasa sakit
Mual dan muntah
Peka terhadap cahaya, bau, dan kebisingan
Pusing karena penglihatan menjadi kabur dan munculnya titik terang di bidang penglihatan
Migrain bisa dipicu oleh kelelahan akibat kurang tidur, stres, penggunaan alkohol, perubahan cuaca ekstrem, atau alergi terhadap sesuatu.

Dilansir dari Health Line, sakit kepala dan mata serta pusing adalah gejala migrain paling umum, tapi setiap orang bisa merasakan gejala yang berbeda. Mereka bisa mengalami satu gejala saja atau bahkan lebih secara bersamaan.

Gejala lain yang jarang terjadi pada kasus migrain adalah tidak bisa bicara sementara dan sensasi ngilu seperti ditusuk-tusuk di sekitar lengan atau tungkai kaki.

Untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa mengonsumsi obat paracetamol, menghindari stres, memperbaiki pola tidur, dan menghindari rokok serta alkohol.

2. Disfungsi penglihatan binokular (BVD)
Otot mata berperan penting untuk menyampaikan sinyal visual untuk kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai gambar yang Anda lihat.

Disfungsi penglihatan binokular adalah kondisi yang menyebabkan ketegangan pada otot-otot tersebut. Akibatnya, salah satu otot mata berada di posisi terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Ketegangan otot ini disebabkan oleh adanya masalah koordinasi antara sistem telinga bagian dalam (vestibular) dan sistem visual mata, sehingga gambar yang dihasilkan tidak terpusat tepat di retina belakang mata.

Gejala yang umum muncul adalah sakit kepala dan mata terasa nyeri berdenyut, disertai oleh pusing, mual dan cemas. Gejala tambahan yang terkait dengan BVD, meliputi:

Nyeri pada wajah, sakit leher, dan nyeri punggung
Kehilangan keseimbangan dan koordinasi serta mual
Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, terlalu peka dengan cahaya
Kesulitan konsentrasi, kesulitan membaca, dan memahami bacaan.
Gejala mirip dengan penyakit serius lainnya
Migrain dan BVD adalah dua kondisi yang paling umum menyebabkan sakit kepala dan mata nyut-nyutan serta pusing di waktu bersamaan.

Namun, serangkaian gejala ini juga sekilas mirip dengan beberapa penyakit lain yang lebih serius, seperti vertigo dan stroke.

Maka, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh setelah diobati di rumah atau justru malah memburuk.

sumber: hellosehat
foto; hellosehat
Sudah dilihat 25 kali

Komentar